Secara serentak di Medan dan di Tangerang Selatan, 2XU mengadakan acara Road to 2XU Compression Run Indonesia 2018, tgl 4 November 2018. Untuk Tangerang Selatan, acara yang berlangsung di Radja Gurame, Gading Serpong, Scientia Square Park ini dimulai pukul 6 pagi dengan pemanasan dan lari bersama 5K, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama dan sharing session oleh Coach Andryanto dan Coach Jimmy Pangestu a.k.a Jipang berlangsung seru banget apalagi dengan dimoderatori oleh Pak Agus.

Nah apa saja yang bisa kamu pelajari dari sharing session dan free coaching clinic dari Coach Andryanto dan Coach Jipang kali ini?

  1. Cara sederhana membangun performa lari, ternyata kuncinya hanya 3

Menurut Coach Andry, 3 kunci utama dalam membangun performa lari adalah latihan + rest/recovery + nutrisi akan menghasilkan performa yang baik. Seseorang dengan latihan yang baik tapi masih makan gorengan dan tidur kurang tidak pernah akan maksimal dalam memperbaiki performanya.

Begitu juga dengan seseorang yang tidur cukup dan latihan ok namun masih asal makanannya, tidak akan menjamin adanya perbaikan dalam performanya. Semua, antara latihan, tidur yang cukup dan makan yang bernutrisi akan menjadikan pola yang sempurna untuk menaikkan performa.

Jadi, awasi benar dan perhatikan bagaimanakah pola tidur dan makan kita, agar latihan yang sudah terbangun tidak sia-sia.

  1. Target jarak dan target kecepatan adalah 2 hal yang berbeda

Salah satu kesalahan yang sering dibuat oleh pelari pemula adalah menyamakan program latihan untuk target perbaikan jarak, dan target perbaikan kecepatan. Padahal 2 hal ini membutuhkan penanganan yang sangat jauh berbeda, sehingga sering kali target yang diinginkan tidak tercapai.

Pendekatan yang dilakukan oleh Coach Andry terhadap mereka yang berlatih dengannya juga berbeda. Pertama akan dilihat kemampuan dan targetnya apa, serta bagaimana komitmen yang bisa diberikan untuk mencapai hasil tersebut.

“Latihan itu harusnya fun, bukan malah menyiksa. Dan ada caranya yang benar, bukan semata-mata harus berat atau keras,” ujar Coach Andry.

  1. Seberapa seringkah sebenarnya kita harus latihan?

Coach Andry juga menjelaskan, bahwa sebenarnya yang penting adalah terbiasa mengumpulkan kilometer, berarapun kecepatannya. Tidak harus cepat, namun tubuh berada dalam fase aerobic.

Untuk seorang pemula misalnya, jumlah kilometer yang dikumpulkan rata-rata minimal 35 m – 40 km seminggu. Dengan waktu interval bertahap- 3 kali seminggu untuk pemula, tingkat lanjut 4 kali seminggu, sampai akhirnya ke tingkat berpengalaman 5-6 kali seminggu.

Tentunya jumlah kilometer yang dikumpulkan juga bertambah.

Tidak hanya itu, Coach Andry juga memiliki program-program khusus yang bisa diakomodir sesuai kebutuhan. Sebagai contoh untuk latihan Full marathon misalnya membutuhkan waktu 16 minggu dan untuk half marathon membutuhkan waktu 12 minggu.

  1. Kunci keberhasilan bukanlah rahasia, hanya Train Well – Eat Well – Rest Well (Repeat)

Salah satu hal yang membuat seseorang seringkali gagal dalam latihannya adalah tidak bisa melakukan disiplin terhadap dirinya sendiri. Baik dalam masalah tidur yang sangat minim atau kurang, sampai disiplun dengan jadwal lari dan latihannya sendiri.

Padahal menurut Coach Andry sendiri, rumusnya sederhana, yaitu train well, eat well dan rest well. Rest juga sangat penting, agar otot juga bisa berisitirahat dan tidak terjadi over train sehingga menimbulkan cedera.

Coach JiPang yang memiliki catatan waktu FM 3.20 sekalipun juga mewanti-wanti pentingnya cross training seperti berenang, agar tubuh diberikan waktu untuk beristirahat.

Memang setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda, namun istirahat atau rest time tetap harus ada, sebagaimanapun kerasnya persiapan full marathon, tanpa rest atau istirahat malah akan berbuah cedera.

  1. 3 Too, penyebab utama cedera yang seringkali diabaikan

Salah satu peserta kemudian bertanya, apakah sebenarnya yang menjadi penyebab cedera itu terjadi. Coach Andry menjawab, 3 Too. Too fast, too soon dan too far. Proses lari membutuhkan waktu supaya otot terbentuk. Seseorang yang terlalu memaksakan diri terlalu cepat berlari, terlalu pendek waktu latihannya, dan berlari terlalu jauh, akan menuai cedera dengan mudah.

Lebih lanjut Coach JiPang menambahkan, tubuh memerlukan waktu agar mitochondria di dalam cell otot menjadi efisien dalam meng-convert energy. Sehingga badan menjadi terbiasa. Waktu 3-4 bulan sebenarnya terlalu cepat untuk seseorang bisa berlari marathon atau persiapan half-marathon.

Ada fase-fase bertahap yang sebaiknya diikuti, namun yang paling penting adalah mengenali diri sendiri terlebih dahulu, dan paham apa tujuan sebenarnya untuk berlari. Apakah untuk memperbaiki waktu, atau lari lebih jauh.

Seru banget ya acara Road to 2XU Desember kali ini. Benar-benar kita bisa belajar banyak dari para expert-nya. Sebagai tambahan Astra juga mempromosikan produk asuransi olah raga yang pertama yaitu isport, yang diperuntukan bagi kita yang senang ikut race. Hanya dengan membayar RP. 64.700,– ada manfaat fisioterapinya loh yang bisa kita manfaatkan apabila kita cedera nanti sehabis race.

Akhir acara kemudian ditutup dengan door prize untuk 10 pemenang dan dengan grand door prize berupa slot Gold Coast Marathon 2019. Nah bagaimana? Sudah siap untuk 2XU Indonesia Compression Run 2018 Desember besok?

 

Fioney Sofyan, S. Ked., RFA
A financial enthusiast who loves writing and running, and dreaming one day can participate in 6 World Marathon Major

2 thoughts on “Road to 2XU Compression Run Indonesia 2018: Apakah Latihan Kamu Selama Ini Sudah Benar?

  1. Terima kasih Fioney atas waktunya untuk meliput dan menulis artikel Road to 2xu Compre Run 2018. Ada sedikit koreksi mengenai “asam lactat” pada paragraph 2 section 3. Sebelumnya saya minta maaf, kalo mungkin kata-kata saya terlalu cepat atau kurang jelas sehingga Bu Fioney mungkin salah catat.

    Yang benar adalah statement spt di bawah ini:
    Tubuh memerlukan waktu agar mitochondria di dalam cell otot menjadi efficient dalam meng-convert energy.

    Sorry harus koreksi yah, karena tubuh tidak bisa merubah asam lactat menjadi energy. Justru energy berkurang jika asam lactat makin banyak.

    Thank you Bu Fioeny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *