Bagi sebagian orang, berolahraga tanpa mendengar musik bagaikan makan sayur tanpa garam. Selain berfungsi mengusir kebosanan, mendengarkan musik saat berolahraga juga membuat kita lebih rajin dan semangat.

Dikutip dari situs Men’s Health, orang yang mendengarkan musik upbeat—sebagian besar terinspirasi dari musik Latin selama tes tekanan jantung, dapat bertahan hampir satu menit lebih lama dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mendengarkan musik.

Demikian menurut para peneliti dari Texas Tech University Health Sciences di El Paso. Nah, kalau kamu punya lagu Despacito di daftar lagumu saat berolahrga, kamu beruntung! Karena saat ini sudah ada alasan positif di balik pilihan lagu dari vokalis asal Puerto Rico, Luis Fonsi ini.

Dalam sebuah studi acak, tim peneliti menilai 127 peserta untuk rutin melakukan electrocardiogram (ECG) treadmill stress test.

Rata-rata para peserta berusia 53 tahun dan memiliki riwayat medis serupa, yaitu menderita diabetes dan hipertensi. Baik peserta pria dan perempuan secara acak diminta untuk mendengarkan musik (bertempo) upbeat, semacam musik yang terinpirasi dari Latin atau tidak mendengarkan musik sama sekali selama saat tes tersebut berlangsung.

Selama tes, para peneliti meningkatkan kecepatan dan kemiringan treadmill setiap tiga menit, dimulai dari 1,7 mph pada tingkat 10 persen, hingga 3,4 mph pada tingkat 14 persen.

Hasilnya, kelompok yang mendengarkan musik tersebut bertahan hampir satu menit lebih lama (505,8 detik) daripada kelompok yang sama sekali tidak mendengarkan musik (455,2 detik)—dengan tingkat perbedaan absolut sekitar 50,6 detik. Kelompok yang mendengarkan musik juga diukur berolahraga lebih keras.

“Temuan kami memperkuat gagasan bahwa musik (bertempo) upbeat memiliki efek positif jika kita ingin berolahraga lebih lama dan rutin sehari-hari,” kata Shami seperti dilansir Kompas.com.

Bahkan, musik upbeat juga bisa membuat kita menciptakan gerakan yang menarik.  Martin Matsumumar, kepala kardiologi di Geisinger Health System (tidak terlibat dalam penelitian ini) mengatakan, fakta musik dapat membantu seseorang berolahraga bukan hal baru.

“Banyak penelitian dengan data bervariasi menunjukkan bahwa mendengarkan musik meningkatkan batas minimal dan kemampuan orang lebih lama,” katanya kepada Men’s Health.

Namun, tak ada yang tahu mengapa hal ini terjadi. Mastumura mengatakan, beberapa orang berpikir itu hanya sebuah pengalihan perhatian yang memungkinkan kita melepaskan pikiran dari rasa sakit.

Dia menggarisbawahi jika penelitian ini melibatkan peserta berdarah Hispanik dan musik yang didengarkan didominasi budaya Latin, maka musik yang familiar mungkin memberikan efek positif untuk berolahraga.

“Kalau kamu berlari dengan tempo musik yang disukai, sangat memungkinkan kalau akan mengikuti ritmenya dan berdampak positif,” katanya.

Matsumura tidak yakin apakah temuan penelitian tersebut dapat diterapkan pada orang-orang yang melakukan olahraga intensif dan panjang, seperti, seseorang yang mencoba memenuhi syarat untuk lomba lari marathon.

Tapi, apapun yang bisa memotivasi seseorang untuk rutin berolahraga adalah hal yang baik—jadi jika mendengarkan musik membantu membuat tetap bergerak, tetaplah lakukan.

Matsumura memberikan satu tips terakhir: jika kamu mendengarkan musik saat berlari atau bersepeda di jalan dengan mobil dan truk, ingatlah untuk tetap mengatur volume suara tidak terlalu kencang agar tetap bisa mendengar kendaraan sekitar.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *