Pada Juni 2014, sebuah lomba lari skala nasional di Amerika Serikat dihebohkan dengan kehadiran peserta bernama Alysia Montano yang notabene sedang hamil besar.

Perempuan berumur 28 tahun itu turun ke lintasan dalam keadaan mengandung delapan setengah bulan.

Hebatnya adalah Montano bukan mengikuti lomba 100 meter, melainkan 800 meter.

Pertanyaan lantas muncul, apakah wanita hamil diperbolehkan berlari?

Sah-sah saja jika ibu mengandung ingin berolahraga lari, tetapi tentunya ada beberapa persyaratan yang perlu dilakukan agar tidak memberikan efek buruk bagi tubuh.

Menurut dokter olahraga Christine Graf asal Jerman, seperti dilansir dari Ayahbunda.co.id, perempuan hamil diperbolehkan berlari dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Tempo

Kurangilah tempo berlari agar detak jantung Anda tetap aman dan napas tidak terengah-engah.

Sebaiknya detak jantung Anda tidak boleh lebih dari 140 detak per menit.

Untuk lebih akurat, ada baiknya menggunakan alat pengukur detak jantung.

2. Perhatikan Jarak Lari

Bukan hanya tempo, ibu-ibu hamil pun perlu memerhatikan jarak lari.

Ketika kehamilan memasuki trimester kedua dan berat badan sudah mulai
betambah, janganlah ambisius. Anda perlu mengurangi jarak berlari.

Patokan jarak amannya adalah 30 menit berlari dengan kecepatan sedang. Lakukan hal ini tiga kali sepekan.

3. Perhatikan Medan

Wanita hamil rentan terhadap cedera saat lari. Hal tersebut dikarenakan tubuh memproduksi hormon yang melonggarkan persendian kaki, lutut, dan pinggul.

Jadi, berlatihlah di atas permukaan yang lembut. Tidak disarankan untuk berlari di medan curam atau naik-turun.

Satu hal lagi, jangan lupa untuk menggunaan sepatu yang baik.

4. Turuti Kata Tubuh

Mendengarkan “kata” tubuh adalah salah satu hal penting ketika berlari.

Meskipun sedikit saja terasa sakit, jangan diremehkan karena itu bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk buat tubuh.

Jika badan sudah memberikan sinyal bahaya, maka jangan memaksakan diri. Segeralah berhenti berlari.

Bagian tubuh yang rentan kala hamil adalah pinggul, lutut, serta pangkal paha.

Bila rasa sakit berlanjut dan timbul sesak napas, konsultasilah ke dokter.

5. Minta Saran Dokter

Hal utama yang perlu dilakukan ibu hamil sebelum memulai berlari adalah konsultasi lebih dulu ke dokter.

Jika tidak ada riwayat keguguran dan dokter sudah memberi lampu hijau, berarti Anda boleh berlari.

Tetapi perlu diingat, tidak boleh lari dengan tenaga berlebihan. Jangan pula berlari di udara sangat panas atau sangat dingin.

Selamat berlari!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *