Menurut riset dari The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), ditemukan bahwa terjadi kenaikan penderita obesitas di dunia, dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2.1 milyar orang pada 2013. Apa artinya? Ternyata 1/3 dari penduduk dunia mengalami obesitas. Wow…

Yang mengagetkan, ternyata Indonesia menempati ranking 10 dalam urutan negara dengan populasi penduduk penderita obesitas di dunia.

Obesitas dan olahraga

Obesitas ini hanya bisa diatasi melalui motivasi diri sendiri, aktivitas fisik yang membakar lemak, pengaturan pola makan yang teratur serta obat-obatan yang sesuai. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan adalah dengan berlari.

Dr. Michael Triangto, salah satu pembiacara dalam acara seminar “Doctor to Runner: Run to be Healthy” pada 19 Agustus 2017 lalu, membagi beberapa tips mengenai berlari, pengaturan pola makan bagi pelari, yang pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi risiko obesitas.

Tujuan berolahraga

Saat orang mulai berolahraga dengan berjalan, nilai kesehatannya naik. Saat memulai jogging atau lari, nilai atau manfaat kesehatan ini makin naik. Namun saat masuk ke olahraga untuk prestasi, bisa saja nilai kesehatan ini menurun dikarenakan naiknya risiko.

Karena itu tujuan olahraga harus ditentukan terlebih dahulu: prestasi, rekreasi atau kesehatan. Masing-masing memiliki konsekuensi tersendiri dan tidak bisa digabung. Misalnya, jika memilih prestasi maka unsur rekreasi otomatis hilang dan juga berisiko terkena berbagai cedera yang menurunkan nilai kesehatan.

Jika memilih rekreasi, tidak mungkin memperoleh prestasi dan kesehatan. Jika memilih kesehatan, bisa saja jadi membosankan dan kehilangan unsur rekreasinya.

Pilihan makanan

Bagi pelari, dianjurkan untuk makan 2 jam sebelum berlari. Jumlah makanan tidak boleh membebani perut, dengan asupan sekitar 500 kalori. Memakan toast dengan pisang adalah salah satu pilihan yang bagus.

Buah alpukat dan pisang adalah pilihan buah yang baik bagi tubuh, ditambah protein dari telur dan daging. Edamame dan madu juga bisa dimakan untuk membantu mencegah cedera.

Pilihan minuman

Cegah dehidrasi dengan memperbanyak minum dan tidak hanya minum di saat haus. Saat melakukan olahraga ringan dan sedang selama maksimal 60 menit, minum air putih sudah cukup untuk menggantikan cairan tubuh. Namun jika berolahraga lebih dari 60 menit atau berolahraga dengan intensitas berat lebih dari 45 menit, maka tubuh membutuhkan cairan sports drink.

Susu coklat bisa menjadi tambahan minuman yang berguna bagi tubuh, karena memiliki komposisi karbohidrat dan protein yang ideal bagi pelari. Menurut penelitian di Universitas Connecticut, susu coklat terbukti mampu memperbaiki serat otot yang banyak.

Tentunya tidak disarankan untuk meminum susu coklat terlalu sering, khususnya untuk penderita obesitas.

Prestasi dan penanganan obesitas

Bagi penderita obesitas yang ingin mulai berolahraga lari disarankan untuk melakukan pemeriksaan lemak tubuh terlebih dahulu. Hal ini penting untuk menentukan bentuk latihan dan menilai kemajuan dalam berlatih.

Seringkali berat badan seseorang tidak berkurang, padahal telah berolahraga atau berlari dengan durasi dan intensitas tinggi. Hal ini bukan berarti komposisi lemak tubuh tidak mengalami penurunan, tapi bisa jadi komposisi fisik kita yang mengalami perubahan.

Dalam hal ini sebenarnya telah terjadi penurunan lemak namun digantikan oleh kenaikan pada masa otot. Jika kondisi ini yang terjadi maka kita harus menurunkan intensitas berlari dan menambahkan durasi berlatih. Untuk itu maka pemeriksaan lemak tubuh sebaiknya dilakukan secara teratur.

Selain berlari, seorang penderita obesitas juga disarankan untuk melakukan high-intensity interval training (HIIT). Kenapa? Salah satunya adalah karena metode ini melatih aerobik dan anaerobik secara bersama-sama.

Selain itu, waktu latihan yang pendek membuat latihan menjadi lebih efektif dan menarik, dan di saat yang sama bisa memberikan tingkat metabolisme yang sama seperti aerobik ringan dalam waktu yang panjang.

 

Image: http://www.inbuonaforma.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *