Jantung memiliki peran vital untuk membuat tubuh kita mendapatkan hasil maksimal dari olahraga yang kita lakukan.

Semua orang ingin bisa menurunkan berat badan, menjadi lebih kuat dan bugar setelah olahraga.

Cara-cara yang telah dilakukan untuk mendapatkan tiga manfaat tersebut beragam.

Namun, penambahan latihan detak jantung ke program olahraga masih begitu jarang.

Padahal, latihan detak jantung memegang peran vital untuk mendapatkan hasil maksimal dengan cara yang lebih mudah dan efektif.

Beberapa ahli jantung menyebut bahwa latihan pada organ satu ini seperti sebuah kunci olahraha sederhana tetapi mendapat hasil optimal.

Latihan ini memanfaatkan respons detak jantung untuk menentukan intensitas olahraga yang akan dilanjutkan.

Jika seseorang mampu memanfaatkan respons degak jantung mereka secara maksimal, maka segala tujuan dalam latihan kebugaran bisa dengan mudah tercapai.

Untuk memulai latihan, kita terlebih dahulu perlu mengetahui detak jantung maksimal.

Kita bisa menggunakan cara sederhana jogging sejauh 400 meter lalu lari secepat mungkin dalam jarak 400 meter pula.

Setelah itu, kita harus langsung mengukur detak jantung kita per menit.

Berapapun hasilnya, angka denyutan per menit tersebut menjadi detak jantung maksimal dari tubuh kita.

Kita bisa juga menghitungnya dengan rumus 208 – (1/7 x umur).

Jika seseorang berusia 25 tahun, maka detak jantung yang paling maksimal berada pada angka 190,5.

Angka Maximum Heart Rate (MHR) ini berfungsi untuk menentukan intensitas jenis latihan yang akan dipakai.

Untuk intensitas rendah, kita hanya perlu menjaga rata-rata detak jantung kita sebesar 50-75 persen dari MHR.

Untuk intensitas olahraga sedang, jaga rata-rata detaj jantung sebesar 75-85 persen dari MHR.

Sedangkan kita butuh detak jantung pada rata-rata 85 persen atau lebih dari MHR saat melakukan intensitas olahraga tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *