Bugaraga – Lari kini jadi primadona di berbagai kalangan masyarakat. Perkembangannya pun bisa dibilang cepat, apalagi didukung dengan banyaknya komunitas lari yang ada di hampir tiap kota di Indonesia. Tak sampai disitu, kehadiran sosial media juga turut menyemarakkan berbagai macam event lari yang digelar hampir tiap minggu.

Mudah, murah, dan bisa dilakukan oleh siapapun menjadi sebagian alasan mengapa olahraga lari kian digemari. Dan bagi pecinta lari, sepatu tentu menjadi hal yang krusial. Apalagi dengan banyaknya merk dan model, yang berderet menghiasi toko.  Bukan sekedar nyaman, berikut beberapa pertimbangan memilih sepatu lari agar kaki juga “aman” menaklukkan kilometer demi kilometer.

  1. Bentuk kaki tiap orang berbeda, kenali tipe kaki terlebih dahulu

Source: Content Rally

Secara umum ada 3 macam tipe kaki manusia, antara lain high arch, normal arch, dan flat foot. Dimana tipe kaki ini akan berpengaruh pada bagian kaki yang akan bersentuhan dengan permukaan saat berlari, sehingga diperlukan pemilihan sepatu dengan bantalan dan sol yang tepat.

Untuk mengetahui jenis kaki, coba basahi kaki lalu jejakkan kaki yang basah pada lantai, atau kertas yang kering. Kemudian perhatikan jejak kaki yang ada. Tipe kaki yang berbeda menentukan jenis sepatu yang berbeda pula. Kesalahan pemilihan sepatu karena ketidaksuaian bantalan, selain menyebabkan ketidaknyamanan, juga bisa menyebabkan kaki lecet dan bengkak.

Source: Backcountry.com

Jika mengalami kesulitan menentukan jenis kaki, cobalah untuk berbelanja di toko yang khusus menyediakan perlengkapan berlari. Beberapa toko bahkan menyediakan fasilitas test untuk membantu menentukan jenis sepatu lari yang tepat.

  1. Cobalah membeli sepatu di sore hari

Setelah beraktivitas seharian, kaki akan mengembang. Itulah mengapa sebaiknya membeli sepatu dilakukan saat kaki berada pada ukuran “maksimal” nya. Dengan mencoba tips yang terdengar unik ini, maka cidera saat berlari akibat sepatu yang terlalu kecil dapat diminimalisir.

  1. Pastikan jari-jari kaki masih leluasa bergerak

Saat berlari, kaki akan mengembang. Untuk itu, alangkah baiknya jika memilih sepatu dengan ukuran yang lebih besar. Pastikan terdapat jarak selebar ibu jari dari ujung depan sepatu ke jari kaki. Selain itu, perhatikan juga lebar kaki agar jangan terlalu sempit. Supaya lebih aman, beli sepatu dengan setengah ukuran lebih besar dari ukuran kaki.

  1. Bersiaplah untuk merogoh kocek sedikit lebih dalam

Dengan beragamnya model dan brand sepatu yang ada saat ini, tentu ada kalanya membuat konsumen merasa bingung, apalagi ditambah dengan maraknya diskon sana-sini.

Jangan mudah tergoda dengan harga murah, karena sepatu lari adalah investasi, sebab jika sampai cidera akibat salah pilih sepatu, biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan tentu akan lebih besar. Sebaliknya, tak perlu juga menghamburkan uang dengan impulsif untuk sekedar upgrade style dengan sepatu bermerk dengan teknologi “kekinian”.

  1. Sesuaikan sepatu dengan medan yang akan ditempuh

Source: Fleet Feet

Berdasarkan fungsinya, jenis sepatu lari dibedakan dalam 3 kategori yaitu road-running shoes, trail-running shoes, dan cross-training shoes. Road-running shoes digunakan untuk jalur lari yang datar dan keras, seperti jalan, trotoar, taman, atau di aspal.

Trail-running shoes dirancang untuk jalur ekstrim, seperti perbukitan atau jalan berbatu, dimana diperlukan stabilitas dan perlindungan yang “ekstra”. Sedangkan cross-training shoes digunakan untuk kamu yang latihan di pusat kebugaran dan juga latihan crossfit.

 

Bagaimana? Sudah punya gambaran sepatu seperti apa yang diinginkan?

Semoga bermanfaat.

 

Photo credit: central.co.th

Rahajeng Kurniawati
A lifelong learner who loves to run and travel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *