Minggu (08/10/2017) pukul 4.30 pagi, halaman Mall Cipinang Indah sudah ramai dipenuhi para pelari. Pelari dari berbagai komunitas lari hingga pelari profesional sibuk memanaskan dirinya dengan berlari-lari kecil.

Rupanya banyak pelari yang penasaran untuk bisa berlari di jalur ketinggian rute tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu). Jalur ini merupakan jalur tol baru yang segera akan diresmikan. Dari bisik-bisik yang saya dengar, hadiah di Superball Run ini memang lumayan untuk memikat pelari yang kompetitif untuk mengincar podium.

Tetapi topik yang lebih banyak diperbincangkan adalah bisa mendapat 100 orang pertama yang bisa menginjak garis finish di kategori 21K (Half Marathon). Karena salah satu keunikan lomba lari di Superball Run 2017 adalah perbedaan finisher tee berdasarkan urutan waktu finish.

PERBEDAAN FINISHER TEE BERDASARKAN URUTAN WAKTU FINISH

“Finisher TOP 100 dan TOP 200 adalah penghargaan untuk para pelari yang benar-benar berkompetisi. Mereka telah berlari panas-panasan di jalur ketinggian. Untuk bisa sampai 100 dan 200 besar pasti mereka yang memang benar-benar berlari serius.” Ujar Gunawan Samiadji selaku penyelenggara saat diwawancara via telepon seusai race.

Peserta yang berhasil mendapat finisher tee TOP 100. (Foto: facebook Specs Indonesia)

Meski disengat panas, tidak menggoyahkan para pelari untuk tetap berkompetisi. Saya juga mendengar beberapa teman lari yang saling menyemangati untuk bisa mengejar TOP 100. Saya membatin: Kompetitif Sekali!

Finisher tee yang dibagi 3 kategori: 100 besar, 200 besar, dan setelah urutan 200 ini menjadi nilai positif untuk mengapresiasi pelari yang sungguh-sungguh berlari. Sayangnya hal yang positif ini rupanya ada yang mencederai dengan adanya peserta lomba yang melakukan kecurangan memotong jalan dan membuat dia finish lebih cepat dari seharusnya.

Walaupun sudah ada chip timer tetapi hal ini masih kurang sebagai pengontrol, karena untuk mendapat kaos penamat hanya berdasarkan warna pita yang dipakai (diberikan marshall saat masih di jalur tol). Jadi jika pelari tersebut memakai pita biru (untuk TOP 100) atau pita hitam (untuk TOP 200) maka bisa mendapat kesempatan mendapat kaos penamat terbatas walaupun sesungguhnya didapatkan dengan cara curang.

JALUR TOL DAN TERIK MATAHARI

Sebagai salah satu peserta di Superball Run 2017 ini, saya akui matahari di Cipinang naiknya begitu cepat. Momen terbaik saat matahari terbit. Dengan langit yang masih sedikit redup dihiasi kilau oranye  mengesankan. Sayang memang jika tidak mengabadikan.

Sunrise selalu menggoda pelari untuk mengambil foto saat berlari.

Tapi jangan terlalu lama sibuk berfoto, karena ini adalah lomba lari!

Tetap semangat berlari walaupun sedang melawan terik matahari yang menyengat. (Foto: Facebook Specs Indonesia)

Semakin terik paparan matahari, semakin tinggi hasrat untuk menyelesaikan lomba. Karena jika semakin lama berlari, maka durasi tersengatnya akan semakin panjang lagi.

Walaupun dalam kondisi letih dan kepanasan, tetap saja ada peserta-peserta lari yang benar-benar menikmati lomba. Mereka tetap menjalin kebersamaan di tengah perjuangan menyelesaikan lomba dan tidak lupa untuk memasang senyum ceria pada setiap kamera yang melintas.

Cheers! (Foto: Facebook Specs Indonesia)

Pada Superball Run 2017 ini pelari berlari sepanjang jalur tol sejauh 18K. Jalur tol cenderung monoton membuat jarak tempuh terasa begitu panjang. Sajauh mata memandang hanya memandang jalur yang gersang tanpa ada pepohonan.

Jalur tol yang menjenuhkan dan terik matahari yang menyengat terlalu kuat memecut peserta untuk terus berlari. Ditambah lagi keinginan untuk mendapat TOP 100 dan TOP 200, jadi pada race kali ini membuat kaki-kaki yang sedang berlari ingin segera mencapai garis finish. Karena semua pasti ada ujungnya: garis finish.

Para pelari yang telah turun dari rute tol Becakayu. Beberapa kilometer lagi menuju garis finish. (Foto: Facebook Specs Indonesia)

Berkaitan dengan jalur tol dan cuaca panas, saya mengerti mengapa hidrasi dibuat lebih pendek jaraknya. Terima kasih untuk water station dari Pocari Sweat dan Total 8+ di setiap 2K pada jarak di atas 10K sehingga dapat mengimbangi rasa haus karena hawa panas dan rasa letih.

HADIAH UANG TUNAI DAN VOUCHER BELANJA UNTUK PODIUMER

Salah satu yang menarik dari sebuah perlombaan adalah hadiah. Pada Superball Run tahun ini para peserta bukan hanya mendapat uang tunai, tetapi juga voucher belanja. Pembagian pemenang dari setiap kategori (5K, 10K, 21K) adalah dari urutan 1 hingga 3. Khusus untuk kategori 21K terdapat kategori tambahan, yaitu master (peserta yang berusia 45 ke atas). Total hadiah untuk keseluruhan pemenang senilai Rp. 75.000.000,- dan total doorprize senilai Rp. 14.000.000,-.

Peraih Podium 1, 2, dan 3 untuk kategori 10K Male. (Foto: Facebook Specs Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *