Ikut lari marathon saat ini jadi bagian dari gaya hidup. Dimulai dari keterkarikan, coba-coba, ikut serta, ketagihan hingga mulai memikirkan untuk jadi juara.

Jika anda adalah perempuan yang memiliki ambisi untuk menjadi juara dalam lari marathon anda bisa mencontoh kisah Shalane Flanagan.

Nama Shalane Flanagan sukses menjadi headline di berbagai media di Amerika serikat. Ia sukses menjadi pemenang dalam event New York City Marathon yang digelar Minggu (6/11/2017).

Yang menjadi luar biasa, Shalane memecahkan rekor sebagai atlet wanita pertama Amerika yang memenangkan ajang lari tersebut. Ia membuktikan usahanya bisa merusak dominasi yang selama ini dipegang atlet Kenya.

Flanagan memecahkan rekor yang sudah bertahan selama 40 tahun. Sebelumnya atlet perempuan Amerika Serikat terakhir pemegang rekor lari marathon adalah Miki Gorman di tahun 1977.

Shalane mencapai garis finish dengan waktu yang mengesankan, yaitu 2:26:53, mengalahkan Mary Keitany dari Kenya dengan catatan waktu 2:27:54 untuk posisi kedua. Sementara itu, Mamitu Daska dari Ethiopia menempati posisi ketiga dengan 2:28:08.

“Ini adalah saat yang saya impikan sejak saya masih kecil,” kata Shalane saat diwawancara media setelah ia menyelesaikan lomba, sambil menangis dengan sukacita seperti dilansir dari Washington Post.

Yang menarik, usia Flanagan boleh dibilang tidak muda lagi. Di kemenangannya kemarin, ia berusia genap 36 tahun. Motivasinya di lomba itu tidak lain untuk mengajak masyarakat setempat melupakan rangkaian aksi terror yang terjadi hanya sepekan sebelum lomba digelar.

Situasi lomba pada New York City Marathon 2017 juga terpengaruh oleh aksi teroris tersebut, dengan adanya ribuan petugas polisi mengamankan area lomba.

Flanagan juga bisa mengatasi dirinya sendiri. Ajang ini merupakan ajang pertamanya sejak alami cedera. Sebelum jadi pelari jarak jauh ia juga pernah mendapat perak di ajang olimpide.

Memiliki berat badan yang hanya 48kg untuk tinggi 165cm, Flanagan mengaku suka makan. Hanya saja makanan yang dikonsumsinya adalah makanan sehat.
Karena kecintaannya pada makanan sekaligus lari, ia menulis buku berjudul Run Fast, Eat Slow untuk memotivasi para pelari. Intinya tidak perlu menghindari makanan, tapi lebih jeli melihat apa yang dimakan. Hasil dari kecintaan Flanaganpun terbukti di ajang marathon kelas dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *