Yoga For Runners

GOR Soemantri pukul 7 malam. Rintik hujan sudah membasahi Jakarta dari siang hari. Jalur lari yang mengelilingi lapangan bola tidak ramai seperti biasa. Hanya diisi beberapa pasang kaki yang tetap nekat berlari dalam kondisi gerimis dan tanah yang basah. Gelap dan sunyi.

Berbeda dengan penampakan di area tribun. Tetap dipenuhi oleh pengunjung yang sudah siap dengan sepatu larinya. Rupanya hujan membuat para pengunjung untuk tetap di area tribun. Walaupun memilih tidak berlari hujan-hujanan, tetapi tetap memanfaatkan hari itu untuk berlatih. Ada yang memilih latihan drill, ada pula yang berlatih penguatan otot.

RIOT Jakarta beda lagi. Pada kamis malam kemarin(16/11/2017) justru bersiap untuk yoga bersama dalam rangkaian #YogaForRunners dari Bugaraga. Kondisi cuaca dan kepadatan lalu lintas membuat sesi yoga pada malam itu harus mundur 30 menit dari jadwal yang sudah ditetapkan.

Tak mau menyia-nyiakan waktu. Saya pun memanfaatkan waktu ini untuk wawancara singkat dengan Toma Pradana, kapten RIOT di area Jakarta. Sebagai bentuk tujuan program #YogaForRunners sebanarnya, yaitu mengenal lebih dekat dengan teman-teman lari dari berbagai grup lari dan komunitas.

RIOT Indonesia bersama Fitri dari Bugaraga

Dari mana RIOT berasal?

RIOT adalah kependekan dari Running is our therapy. Asal mula RIOT adalah running crew dari Indorunners Bali, rumahnya di Bali. Seiring berjalannya waktu Kapten Baga -Founder RIOT Bali- membentuk komunitas RIOT dari beberapa teman-teman di Bali.

“Perkembanganmya positif banget dan membernya sendiri untuk di Bali sangat Banyak,” ujar Toma.

Tanggal 31 Agustus 2017 RIOT Bali mulai menebar virus-virus lari ke daerah lain, seperti Banjarmasin, Surabaya, dan Jakarta. Karena sudah tidak hanya di area Bali, maka RIOT Bali pun mengubah namanya menjadi RIOT Indonesia. Pada tanggal 8 November 2017 RIOT Indonesia juga memperkenalkan chapter (chapter adalah sebutan pembagian grup berdasarkan area) baru, yaitu Lombok dan Gorontalo.

Jadi sekarang RIOT Indonesia terbagi menjadi 6 chapter, yaitu Bali, Banjarmasin, Gorontalo, Jakarta, Lombok, dan Surabaya.

Siapa saja anggota RIOT?

“RIOT terbuka untuk siapa saja dan untuk segala kalangan,” jawab Toma saat ditanya lebih dalam tentang RIOT. Dengan metode latihan “kerjasama dan kekeluargaan” jadi latihan dilakukan bersama-sama, dengan pelatih dari anggota RIOT sendiri. Yang sudah lebih banyak ilmunya berbagi kepada para pelari baru.

Saat ini yang melatih para peserta RIOT Jakarta adalah Slamet Widada dan Reza Habibie. Sayang sekali Slamet Widada tidak bisa hadir pada malam itu karena kondisi kesehatan yang sedang tidak dalam terlalu baik. Mas Slamet -panggilan akrabnya- juga sedang menjaga kondisi untuk bertanding lari di ajang Borobudur Marathon.

RIOT Jakarta dalam sesi #YogaForRunners

Toma mengatakan bahwa untuk bisa berlari tidak perlu harus mengeluarkan banyak biaya. Jadi metode latihan yang digunakan pun dari dan untuk anggota dengan cara kekeluargaan. “Semua kita rangkul,” lanjutnya.

Riot memiliki jadwal latihan tiga kali dalam seminggu, yaitu hari selasa, kamis dan minggu. Pada hari kerja dilakukan setelah jam pulang kerja di GOR Soemantri dan pada hari minggu dilakukan pada pagi hari di area car free day dengan titik kumpul FX Mall Sudirman.

Apa yang membuat RIOT ini unik?

RIOT memiliki tagline “In RIOT We Run”. Tagline ini menjadi penyemangat para anggota RIOT untuk terus berlatih dan berlari. “Spartan” sebagai sebutan sesama anggota RIOT.

RIOT Jakarta di GOR Soemantri Brojonegoro Kuningan (Foto: Andy Handoko)

Komunitas yang terlahir di Bali ini berdiri bukan tanpa visi misi. RIOT berharap dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi kegiatan olahraga, khususnya di bidang lari. Bukan hanya itu, mereka berharap dapat menularkan virus-virus lari dan sehat ke siapapun, baik itu keluarga, sahabat, dan orang-orang sekitar.

Walaupun berdiri sebagai komunitas lari, RIOT Jakarta memiliki rencana untuk melakukan program sosial seperti donor darah, menyantuni anak yatim, dan kegiatan sosial lainnya. Jadi bukan hanya menyebarkan virus lari dan sehat, tetapi juga untuk kemanusiaan.

Semoga semakin positif. Sukses terus, ya!

One thought on “RIOT: Ingin Menyebarkan Virus Lari ke Semua Kalangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *