Digelar untuk kali ketiga, 48 peserta Trek Century Ride Indonesia (TCRI) 2018 resmi dilepas dari titik start di Hotel Brothers Solo, Sabtu (3/31/2018).

Djoenedi Ong selaku Brand Manager Trek sekaligus ketua penyelenggara TCRI melepas rombongan bikers dari titip start.

Sebanyak 48 peserta dari target 60 peserta dengan sepeda Trek masing-masing ditantang untuk menempuh rute 120 km.

Djoenedi menegaskan jika acara ini bukanlah balapan, tetapi juga bukan ajang sepeda santai.

“Acara ini merupakan bentuk apresiasi Trek kepada para riders yang memilih brand kami. Maka kami persembahkan acara ini untuk pemilik sepeda Trek, termasuk para brand ambassador,” ujar Djoenedi kepada Bugaraga di Hotel Brothers.

Alasan Pilih Kota Solo

Pada penyelenggaraan sebelumnya dua tahun silam, TCRI menyuguhkan rute Jakarta-Anyer sejauh 130 km.

Tahun lalu peserta TCRI berkesempatan menjajal rute Surabaya Jatijejer sejauh 115 km.

Nah, kini giliran Solo yang berhasil memikat hati Trek untuk menggelar TCRI 2018.

Dipilihnya Solo bukan tanpa alasan, keindahan panorama kota bengawan layak menjadi nilai plus TCRI kali ini. Pun dengan rute menanjak Solo-Kemuning yang diharapkan menjadi pengalaman baru bagi peserta TCRI 2018.

“Solo ini kan punya potensi, keindahan alamnya, perkembangannya juga. Kami harapkan peserta menjajal, mengalami seperti apa bersepeda dengan Trek di rute menanjak seperti Solo-Kemuning ini,” tutur Djoenedi.

“User experience penting bagi pengguna Trek untuk mengetahui sejauh mana kedekatan antara pemilik dengan sepeda Trek masing-masing,” kata Djoenedi Ong menambahkan.

 

Ada Rio Haryanto

Peserta TCRI 2018 tak terbatas dari kalangan profesional saja, pesepeda amatir dan komunitas juga turut serta ambil bagian dari event ini.

Penyelenggara juga mengundang tiga atlet nasional turut serta, yaitu Jauhari Johan, Abdoullah Mitiche, dan eks pebalap Formula 1, Rio Haryanto akan turut serta.

Djoenedi Ong mengungkapkan, “Peserta tidak dibatasi dari kalangan profesional saja. Kita ada atlet nasional, brand ambassador, peserta umum, dan komunitas sepeda seperti Solo Cycling Community (SSC).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *