Bugaraga – Perut buncit menjadi masalah populer yang dikeluhkan orang. Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat menjadi pemicu masalah kesehatan yang serius. Tumpukan lemak visceral berlebih bisa menutupi sejumlah organ penting seperti hati, pankreas, dan usus.

Dimana tumpukan lemak ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang olahraga, stres, kurang tidur, pola makan. Tolok ukur yang digunakan untuk menentukan perut termasuk kategori buncit, adalah dengan mengukur lingkar pinggang, lebih dari 88 cm (perempuan) dan 102 cm (laki-laki).

Dengan fakta yang ada, maka sedapat mungkin melakukan upaya untuk mendapatkan perut rata. Mayoritas orang beranggapan jika dengan workout saja, maka perut rata sudah bisa jadi kenyataan. Padahal pola makan juga turut berpengaruh pada tumpukan lemak di perut, dan membuat serangkaian workout jadi sia-sia. Berikut 7 pola makan yang sebaiknya diterapkan agar perut rata bukan lagi impian belaka.

  1. Makanan dengan kadar garam tinggi dan MSG

Garam memang membuat makanan terasa lebih lezat serta dapat meningkatkan selera makan.  Akan tetapi jika kadar garam yang terkandung pada makanan terlalu banyak, maka akan membuat berat badan meningkat dengan cepat.

Garam mengandung natrium, dimana zat inilah yang akan menyebabkan retensi cairan dalam tubuh. Cairan inilah yang akan berpengaruh pada angka pada timbangan.

  1. Karbohidrat berlebih

Gambar: The Federalist

Makanan dengan kandungan karbohidrat memang berfungsi sebagai sumber tenaga, serta nutrisi bagi otak. Akan tetapi konsumsi karbohidrat secara berlebihan akan membuat berat badan naik serta perut jadi buncit. Makanan dengan kandungan karbohidrat putih seperti nasi, roti, dan pasta menimbulkan rasa kenyang sesaat, lalu segera lapar setelahnya, karena indeks glikemik pada karbohidrat putih yang cukup tinggi.

  1. Menyantap makanan pedas berlebih

Meski cabai mengandung capcaisin yang bisa mempercepat metabolisme tubuh, tapi disisi lain makanan pedas akan meningkatkan nafsu makan, sehingga menyebabkan porsi makan jadi lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normal. Jika demikian, maka perut rata akan sulit didapatkan karena banyaknya lemak terakumulasi di perut.

  1. Makanan cepat saji

Gambar: Fox News

Kesibukan menjadi alasan banyak orang untuk mengkonsumsi makanan cepat saji. Padahal ada banyak kandungan lemak dan kalori di dalamnya. Sesekali tak jadi masalah memang, tapi konsumsi fast food terlalu sering akan membuat lingkar pinggang membesar serta berdampak buruk pada kesehatan, karena selain memicu depresi, konsumsi makanan cepat saji secara berlebih juga dapat memicu meningkatnya kadar kolesterol.

  1. Minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan meningkatnya hormon stres, sehingga proses pembakaran lemak dalam tubuh menjadi terganggu. Penumpukan lemak pada akhirnya dapat mengakibatkan beberapa tubuh “membesar”, dan perut salah satunya.

  1. Rajin melewatkan waktu makan

Tidak sedikit orang yang rela berlapar ria dengan tujuan memangkas kalori. Padahal sering melewatkan jam makan, akan menyebabkan metabolisme tubuh melambat, sehingga proses pembakaran lemak perut jadi tidak sempurna. Akibatnya, perut jadi buncit dan bergelambir.

  1. Makan dalam keadaan sedih atau marah

Gambar: Oregon Sports News

Tak bisa dipungkiri jika makanan memang jadi “obat” ampuh, yang bisa membuat mood membaik seketika. Meski demikian, menjadikan makanan sebagai pelampiasan saat mengalami bad day, tentu dapat membuat tumpukan lemak di perut jadi makin tebal saja.

Untuk itu, saat perasaan campur aduk, sebelum menjadikan makanan apalagi junk food sebagai pilihan, alangkah baiknya tarik napas dalam dan hembuskan perlahan, lalu minum segelas air. Kemudian dilanjutkan dengan olahraga, atau sekedar jalan kaki.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

 

 

photo credit: cactusmood.com

Rahajeng Kurniawati
A lifelong learner who loves to run and travel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *