Keduanya sama-sama punya plus dan minus. Tinggal bagaimana mencermatinya. Selalu ada dua kubu yang berseberangan bila bicara mengenai mendengarkan musik sambil berlari.

Sebagian akan berkata hal tersebut bermanfaat, sebagian yang lain akan berkata hal tersebut membahayakan. Faktanya, makin banyak kita melihat pelari yang selalu memakai earphone (atau bahkan headphone) saat berlari. Sebelum kamu memilih, cek dulu plus minusnya seperti dilansir Runner.id.

Yes. Lari jadi lebih menyenangkan.

Banyak yang bilang berlari sambil mendengarkan musik membuat lari terasa lebih mudah dan menyenangkan, sehingga lari kita menjadi makin baik.

Faktanya, banyak penelitian yang menunjukkan hasil yang sejalan yaitu bahwa musik memberikan stimulus, menurunkan persepsi akan upaya yang dikeluarkan (perception of effort) –hal yang diketahui dari hasil pindai otak , meningkatkan performa –ada yang mengatakan kenaikan hingga 15%– dan umumnya membuat pelari merasa lebih positif.

Namun keunggulan tersebut bukan tanpa sisi negatif. Para ahli menyebutkan bahwa volume musik yang disetel terlalu keras dapat merusak pendengaran. Bila kamu termasuk kubu ini, pastikan volumenya membuat kamu masih tetap bisa mendengar suara dari luar atau pasang earphone satu saja.

Selain volume, ada hal lain yang perlu dicermati yaitu tempo, jenis musik (genre), dan lirik. Tempo yang upbeat dan lirik yang memotivasi bisa memicu emosi positif. Tambahan pula, ada orang yang enggan berlari karena tidak menikmatinya. Karena itu, bila musik bisa membuat mereka untuk mulai berlari atau lari lebih lama, kenapa tidak?

No. Fokuslah pada lingkungan.

Salah satu hal yang diunggulkan kubu lari tanpa mendengarkan musik adalah faktor keamanan. Berlari di jalanan di sekitar kita artinya pelari juga mesti memperhatikan lingkungan, seperti kondisi jalan dan kendaraan bermotor.

Lari tanpa mendengarkan musik akan membuat pelari lebih waspada seperti pada, misalnya, lubang di jalan di depan atau pada kendaraan yang melaju dari samping.

Selain faktor keamanan, berlari tanpa mendengarkan musik juga membuat pelari lebih memperhatikan bagaimana tubuh bekerja saat berlari, misalnya apakah cara kaki mendarat sudah benar atau apakah nafas kita berat.

Hal itu semua bisa menjadi bahan evaluasi mengenai teknik berlari. Semakin bagus teknik dan postur saat berlari, semakin efisien dan ‘hemat energi’ juga larinya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *