BUGARAGA.COM – Triathlon merupakan olahraga ketahanan tubuh yang membutuhkan ekstra-perhatian karena melibatkan tiga cabang olahraga yang menuntut fisik prima.

Lari maraton, bersepeda, dan renang merupakan tiga komponen dalam cabang olahraga triathlon. Tiga cabang itu butuh pendekatan berbeda dalam melakukan latihan.

“Triatlon adalah sebuang ajang yang melibatkan tiga olahraga berbeda, yang mesti dituntaskan secara berurutan,” ujar Mark Sungkar, Ketua Federasi Triathlon Indonesia kepada Esquire Indonesia.

“Meski cukup bervariasi, tiga olahraga dalam triatlon umumnya adalah berenang, bersepeda, dan berlari,” tutur ayah dari Rifat Sungkar itu.

Menurut Mark Sungkar, jarak yang perlu ditempuh oleh seorang triatlet (atlet triatlon) dalam ketiga bidang olahraga tersebut juga berbeda.

Untuk tahap renang, seorang peserta perlu menempuh jarak 1.500 meter dalam satu medan.

Dalam tahap sepeda, jarak yang perlu ditempuh adalah sebanyak 40 kilometer, dan untuk berlari, seorang triatlet perlu menempuh jarak 10 kilometer.

Ada juga ketentuan yang harus menyelesaikan kesemuanya dalam jarak setengahnya saja.

Misalnya saja, tahap renang yang seharusnya 1.500 meter dikurangi menjadi 750 meter, begitu pula dengan jarak tempuh bersepeda dan lari juga menjadi setengahnya.

Hanya, jarak tempuh yang lebih dekat ini harus dilakukan dengan sprint atau kecepatan yang lebih tinggi.

Semua olahraga tersebut dilakukan berurutan mulai dari renang, sepeda, dan lari.

Jika Anda tertarik mengikuti triatlon sebaiknya melakukan persiapan dengan latihan yang sesuai dengan bidang olahraga yang berhubungan.

“Untuk bisa mengikuti triatlon diperlukan latihan khusus. Ajang ini memerlukan tenaga dan ketahanan fisik yang lebih besar dibandingkan maraton,” tutur Mark.

Menurut dia, latihan triatlon memang sebaiknya dilakukan dengan pelatih dan tempat khusus triatlon.
Akan tetapi, dengan terbatasnya sarana dan prasarana yang menunjang, latihan bisa dilakukan di beberapa tempat kebugaran yang menyediakan fasilitas alat-alat untuk latihan renang, bersepeda, dan lari.

Anda dapat melakukan latihan rutin dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di pusat kebugaran yang Anda sukai.

 

Latihan Renang

Seorang triatlet perlu berenang sejauh 1.500 meter dengan sangat cepat.

Seperti yang dikutip dari situs HealthStatus.com, seseorang yang berenang akan lebih cepat lelah dibanding saat melakukan olahraga lain seperti berlari atau bersepeda.

Meskipun jarak yang ditempuh tidak sejauh pada saat bersepeda dan lari, renang adalah olahraga yang melawan tekanan gravitasi dan dilakukan dalam air dan menyebabkan gerakan lebih berat.

Jumlah kalori yang terbakar pun lebih banyak dibandingkan yang lain. Hal yang paling penting adalah jangan sampai melupakan pemanasan sebelum renang.

Lakukan renang rutin gaya dada dan gaya bebas sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu untuk membiasakan pola napas dan gerak tubuh di dalam air agar tidak kaku.

Latihan Sepeda

Mengayuh sepeda di pusat kebugaran dengan mengayuh sepeda di medan perlombaan memang berbeda.

Akan tetapi, latihan bersepeda di pusat kebugaran dapat membantu Anda terbiasa mengayuh dalam kondisi secepat yang Anda bisa tanpa perlu mengkhawatirkan kondisi medan.

Kekuatan otot kaki dapat ditingkatkan pada latihan mengayuh sepeda ini.

Latihan Lari

Berlari di treadmill memang sangat praktis. Kita dapat mengatur tahapan incline yang membuatnya lebih menantang.

Dalam ajang triatlon, seorang triatlet perlu menempuh jarak sejauh 40 kilometer hanya untuk tahap lari.

Jarak tersebut bukanlah sesuatu yang bisa ditempuh dengan hanya kedipan mata. Berlatih lari di treadmill akan membantu Anda mendapatkan ketahanan fisik dan kekuatan kaki sehingga terbiasa dengan lari jarak jauh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *