Beberapa lomba lari kini menawarkan beragam kategori. Mulai dari half marathon, full marathon, sampai ultra marathon.

Ultra maraton adalah jenis olahraga lari jarak jauh yang lebih panjang dari pada maraton biasa, yaitu di atas 50 kilometer atau bahkan bisa sampai di atas 150 km.

Mengingat jarak tempuh yang begitu jauh, ultra maraton bukanlah olahraga sembarangan. Diperlukan persiapan dan stamina kuat untuk menjalaninya.

Bagaimana cara berlatih yang baik agar bisa menempuh jarak sejauh itu?

Banyak yang bilang, jika Anda sudah biasa menyelesaikan maraton, maka Anda bisa dengan lebih mudah meningkatkan kondisi fisik untuk bisa mengikuti ultra maraton hingga finis.

Anggapan itu tidak sepenuhnya benar karena, menurut The Clymb, ada empat hal yang membuat persiapan bagi ultra maraton berbeda dari maraton.

Pertama, ultra maraton bukan soal kecepatan, melainkan daya tahan luar biasa. Oleh karena itu untuk persiapannya lebih baik dengan cara berlatih lari jarak jauh dengan kecepatan yang lebih santai sehingga pikiran dan tubuh kita terbiasa.

Kemudian, jika latihan untuk maraton sebaiknya dilakukan dengan berlari jarak jauh sekali dalam seminggu dengan jarak yang bertambah sekitar 1,5 km setiap minggunya, latihan untuk ultra dilakukan dengan lari jarak jauh sedikitnya sekali dalam seminggu. Artinya, Anda mesti berlatih lari jarak jauh lebih sering dalam sepekan.

Ketiga adalah soal nutrisi. Gagal mengisi kalori yang dibutuhkan tubuh tak akan membuat Anda maju sampai garis finis, juga dapat menyebakan sakit perut, diare, bahkan pingsan.

Pelari ultra maraton membakar ribuan kalori dalam jangka waktu latihan yang panjang atau perlombaan, kalori itulah yang memberi tubuh energi dan harus diisi ulang secepat dan seefisien mungkin untuk menghindari konsekuensi fisik yang negatif.

Beberapa makanan yang biasanya disediakan panitia saat perlombaan ultra maraton antara lain roti isi selai kacang, biskuit, anggur, apel, jeruk, avokad, pizza, minuman olahraga, bahkan minuman bersoda yang dinilai bermanfaat bagi tubuh yang stres secara fisik.

Terakhir, barang bawaan saat lari ultra maraton jauh lebih banyak dibandingkan yang dibawa pelari maraton karena jarak antara pos bantuan akan sangat jauh. Beberapa barang penunjang yang biasa dibawa saat lari adalah air minum, makanan, kaus kaki, sarung tangan, jaket, kaus cadangan, pelembap kulit, plester, lampu kepala, dan bandana.

Tubuh para pelari ultra maraton juga akan mengalami cobaan yang berat selama lomba.

Dr Taufan, tim medis dari ajang lari jarak jauh NusantaRun, seperti dikutip dari Beritagar mengatakan bahwa ada beberapa kondisi yang biasa dialami oleh pelari jarak jauh, terutama pada bagian kaki seperti kram, lecet, atau melepuh karena gesekan kulit dan sepatu, kaus kaki yang basah oleh keringat, sepatu kesempitan, atau karena memang sudah lari sangat jauh.

“Kondisi medis lain itu seperti penurunan kesadaran yang diakibatkan oleh rendahnya level hidrasi,” ujar Taufan.

Selain memastikan selalu minum dan membawa air sebanyak 1,5 liter sampai ke pos bantuan berikutnya, Taufan juga menyarankan agar pelari tidak lari sendirian agar ada yang bisa menolong bila terjadi kram atau lainnya.

Semalam sebelum perlombaan, jangan lupa untuk makan makanan kesukaan Anda. Lalu, siapkan pakaian lari, seperti celana pendek, celana ketat, kaus, beha olahraga bagi perempuan, pakaian dalam, sepatu lari, jaket, serta perlengkapan untuk antisipasi hujan.

Malam sebelum ultra maraton bisa jadi membuat beberapa orang lebih gelisah hingga tak bisa tidur. Padahal tidur sangat penting untuk dilakukan. Pasang musik agar Anda lebih tenang dan mendapatkan tidur yang berkualitas.

Sesaat sebelum perlombaan, mulailah dengan mempersiapkan diri sendiri, seperti menggunting kuku, menggunakan petroleum jelly, body glide, dan zinc oxide di sekitar jari kaki, kaki, puting susu, dan bawah beha olahraga. Juga gunakan balsem di pinggul, lutut, dan di telapak kaki Anda. Tak lupa meminum ibuprofen atau acetaminophen.

Gunakan pakaian sesuai cuaca. Bila perlombaan terjadi pada musim dingin, Anda bisa mengenakan berlapis-lapis pakaian. Jangan lupa menggunakan gawai Anda seperti jam tangan pintar dan ponsel.

Bekali tubuh energi sebelum mulai lari dengan mengonsumsi kalori, baik itu roti, pisang, atau makanan apapun yang biasa dimakan sebelum latihan.

Saat lari dimulai, awalilah dengan lambat. Sebab, ultra maraton adalah lari dengan daya tahan, tak hanya sekadar lari cepat. Lebih baik lambat tapi mantap hingga sampai ke garis finis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *