Studi pada International Journal of Sports Nutrition di tahun 1992 menemukan bahwa 93% atlit endurance mengalami suatu gejala Gastrointenstinal (GI), seperti refluks asam lambung, mual, dan muntah, saat bertanding.

45% atlit mengatakan gejala yang mereka alami terasa cukup parah, dan 7% dari mereka terpaksa meninggalkan lomba karenanya.

Muntah Saat Berlari

Penyebab paling umum dari kasus muntah dan rasa mual saat lomba atau ketika sedang melakukan sesi olahraga intens adalah karena sistem pencernaan berhenti bekerja.

“Saat berolahraga dengan keras, otot membutuhkan darah yang kaya oksigen. Oleh karena itu, tubuh mulai mengalirkan darah ke otot tersebut dari bagian-bagian lain yang dianggap kurang penting, seperti pencernaan,” kata Melanie Schorr, mantan atlit Dartmouth All-American yang sedang dalam program doktoral di Brigham and Women’s Hospital di Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat.

Riset menunjukan peredaran darah dalam sistem splanchnic (yang bertanggung jawab atas penerimaan dan pengiriman signal dari organ sistem pencernaan) menurun dari 1.56 L/menit saat istirahat sampai ke 0.3 L/menit saat latihan lari intens.

Pencegahan

Perhatikan apa dan kapan kamu makan. Saat mengkonsumsi power gelatau asupan dengan kandungan gula sederhana lainnya, pastikan untuk minum air putih dan hindari menggabungkannya dengan minuman berkarbohidrat.

“Bila kekurangan air putih, sistem pencernaan akan bekerja lebih keras untuk memproses power gel menjadi energi,” kata Emily Brown.

Jika kita mengkonsumsi power gel dengan minuman olahraga yang tinggi karbohidrat dan gula, kita beresiko memberikan tubuh terlalu banyak gula dalam waktu terlalu singkat.

Bila dikonsumsi bersamaan, power gel dan minuman olahraga dapat memberikan 60 gram gula murni. Bahkan dengan sistem pencernaan yang berfungsi sempurna, tubuh harus bekerja ekstra keras untuk memprosesnya. Terlalu banyak gula dalam tubuh dapat membuat seseorang merasa mual.

Hindari Dehidrasi. Dehidrasi dapat berujung pada overheating dan dapat memperlambat laju pengosongan isi perut. Walaupun sodium, potasium dan mineral serta elektrolit lainnya berperan penting dalam performa lari, terlalu banyak jumlah mereka dapat menyebabkan kembung, rasa mual dan muntah. Pelajari dan latih strategi hidrasi yang paling tepat untukmu agar terhindar dari rasa mual tanpa harus mengkompromikan kualitas performa.

Obat anti asam lambung dan probiotik. Jika pengaturan makanan tidak menunjukan hasil, mengkonsumsi obat anti asam lambung dapat membantu untuk mencegah timbulnya rasa mual.

Namun bagi mereka yang tidak merespon pada solusi ini, riset pada ultramarathoners menunjukan konsumsi  800mg dari obat cimetidine (dijual dengan merk dagang Tagamet untuk pengobatan refluks asam lambung) dapat meredakan gejala mual dan muntah bila diminum 1 jam sebelum bertanding.

Studi lainnya menunjukan konsumsi rutin dari probiotik yang ditemukan dalam yogurt dapat membantu kesehatan pencernaan atlit dan mengurangi rasa mual.

Muntah Setelah Berlari

Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan mendadak dalam tubuh, setelah berlari intens lalu tiba-tiba berhenti. Setelah melintasi garis finish atau di akhir sesi interval, otak, paru-paru, dan jantung mungkin belum siap untuk perubahan yang begitu cepat. Hal ini dapat menyebabkan perlut berkontraksi dan menghasilkan perasaan mual dan pusing.

Pencegahan

Turunkan kecepatan perlahan. Pastikan kita melakukan pendinginan dan jangan langsung duduk atau berbaring. Setelah menyelesaikan lomba atau sesi latihan, teruslah berjalan atau lari santai sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk menyesuakan diri kembali ke level dasar dan terhindar dari kram perut serta mual.

Bila rasa mual terus melanda, kunjungi dokter. Begitu juga sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat-obatan jenis apapun, pastikan kita berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *