Indonesia dikenal sebagai negara tropis. Tak jarang para penggiat olahraga, terutama lari, harus melakukan aktivitas di bawah teriknya cahaya matahari.

Untuk berlari di cuaca panas, konsumsi probiotik sangatlah penting.

Sebuah riset yang diterbitkan di European Journal of Applied Physiology oleh peneliti Australia, seperti dikutip dari Duniaari.com,  menelaah hubungan antara probiotik dan olahraga lari menunjukan kesimpulan umum bahwa suplemen dapat sedikit banyak melindungi kerusakan pencernaan yang umumnya diasosiasikan dengan olahraga dan cuaca panas.

Para peniliti melakukan tes atas dasar beberapa pemikiran berikut:

– Bocornya racun ke dalam aliran darah bisa memicu respon peningkatan suhu tubuh, menghalangi kemampuan kita untuk mengatur temperatur saat berolahraga di cuaca panas.

– Hipoksia atau keadaan kekurangan oksigen pada organ tubuh ini dapat merusak lapisan pencernaan, memberikan perasaan tidak nyaman, dan beresiko terjadinya kebocoran pada pencernaan yang akan memberikan kesempatan pada racun-racun untuk masuk ke dalam aliran darah.

– Berlari (dan olahraga intensitas tinggi secara umum) dapat menyebabkan atau meningkatkan disfungsi pencernaan, sebagian dikarenakan peredaran darah dialihkan dari organ pencernaan sehingga mereka kekurangan oksigen.

– Probiotik dapat memperbaiki fungsi pencernaan dan melindungi lapisannya dari kerusakan.

Oleh sebab itu, mengkonsumsi probiotik dapat memperbaiki performa olahraga yang dilakukan di cuaca panas.

Studi ini dilakukan terhadap 10 orang pelari yang melakukan dua sesi lari intensitas tinggi hingga mereka kelelahan.Tes dilakukan pada suhu 30 derajat Celcius atau 86 derajat Fahrenheit dan 40% kelembaban).

Sebelum tiap tes, pelari mengkonsumsi suplemen selama empat minggu. Suplemen tersebut adalah multi jenis probiotik (terdiri dari 45 miliar CFU probiotik jenis Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Streptococcus), atau placebo.

Placebo adalah istilah medis untuk terapi dalam bentuk obat-obatan maupun prosedur-prosedur medis yang tidak berdampak atau penanganan palsu yang bertujuan untuk mengontrol efek dari pengharapan seseorang.

Delapan dari 10 subjek tes berlari lebih cepat saat mengkonsumsi probiotik. Peningkatan catatan wakturata-rata adalah dari 37:44 ke 33:00 atau sekitar 14% kemajuan.

Dengan pace konstan dimana pelari diharuskan berlari hingga kelelahan, biasanya terlihat perbaikan sebanyak satu persen dalam lomba atau tes waktu, sehingga angka yang dihasilkan ini tentunya signifikan.

Selanjutnya, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam suhu tubuh atau peradangan cytokine (protein yang membantu sel berkomunikasi satu sama lain) antara kedua tes.

Dalam semua pengukuran atas bermacam-macam parameter yang sekiranya menunjukan kebocoran lapisan pencernaan, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara probiotik dan placebo, walaupun ada indikasi bahwa probiotik sedikit mengurangi peresapan gastrointestinal.

Perbedaan hasil ini menyebabkan para peneliti sulit untuk menarik satu hasil yang konkrit. Probiotik terkenal rumit untuk diteliti karena ada berbagai macam jenis dan rekomendasi dosis.

Salah satu lagi studi meyakinkan tentang probiotik pernah diterbitkan di tahun 2010 oleh Australian Institute of Sport yang menmukan bahwa suplemen probiotik menghasilkan pengurangan substansial dari jumlah hari sakit dan keparahan penyakit pernapasan pada pelari jarak jauh.

Secara umum, dapat disimpulkan bahwa probiotik terus memiliki potensi pendukung kesehatan atau bahkan performa. Namun, masih banyak studi-studi lanjutan yang harus dilakukan untuk memastikan bagaimana probiotik bekerja dan cara terbaik untuk mengkonsumsi mereka.

Yang dapat kita lakukan sekarang adalah terus menikmati makanan-makanan fermentasi, seperti yogurt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *