Apakah Anda sudah tahu bagaimana seorang Usain Bolt atau atlet profesional lain bisa berlari jarak pendek dengan sangat cepat?

Sebagai atlet tidak hanya membutuhkan talenta, tetapi juga kerja keras dalam berlatih, dan mengetahui teknik dasar maupun pengembangan dengan sangat baik.

Nah, jika Anda ingin menjajal kecepatan dalam berlari, setidaknya perlu diketahui beberapa panduan wajib posisi tubuh agar bisa memaksimalkan performa ketika berlari jarak pendek 100 atau 200 meter.

Salah posisi tubuh bisa menambah waktu Anda berlari. Bukan hanya itu, posisi tubuh sempurna bisa mengurangi risiko cedera. Simak tipis lari jarak pendek oleh pelatih Nick Anderson yang dikutip dari Runners World berikut:

Pundak dan Kepala

Jaga posisi pundak turun serta rileks. Kepala sejajar garis lurus dengan anggota tubuh di bawahnya. Jaga pundak tetap lurus dan hindari rotasi pada pundak.

Pinggang

Coba bayangkan bahwa badan Anda tertarik ke atas dengan seutas tali pada kepala Anda. Ini untuk membuat berat pada pinggang terasa pas. Kencangkan otot perut untuk bisa mendapatkan postur yang pas.

Lutut

Dorong lutut Anda ke depan dan angkat dengan tinggi. Ini akan menghasilkan kekuatan lebih dan mendorong jangkauan langkah lebih jauh.

Kaki

Sesaat bagian telapak kaki akan menyentuh lintasan, angkat jari kaki Anda ke arah tulang kering, hingga telapak kaki Anda ada pada posisi horizontal. Pastikan Anda mendaratkan telapak kaki Anda dengan bagian tengah dan posisinya berada di bawah tubuh, bukan beradadi depan tubuh Anda.

Tumit

Setelah menyentuh lantai, pastikan tumit Anda membentuk gerakan melingkar penuh hingga belakang ke arah bokong, namun tidak sampai menyentuh. Jangan langsung gerakkan tumit ke depan sebelum hampir menyentuh bokong. Ini akan membuat tolakan semakin kuat.

Bentuk latihan untuk mendukung performa lari jarak pendek

Ada beberapa jenis latihan yang dapat meningkatkan performa lari jarak pendek yang Anda lakukan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya yang disarankan oleh Jenny Hadfield, seorang pelatih olahraga lari dari Chicago.

Pertama, lakukan pemanasan dengan benar. Ini penting karena semakin keras Anda memaksa tubuh untuk berlari cepat, semakin besar pula risiko cedera pada otot Anda. Jalan dan berlari kecil untuk lima hingga 10 menit bisa dilakukan sebelum Anda melakukan lari jarak pendek.

Untuk pemanasan, Anda bisa berlatih dengan melakukan latihan high knees, atau gerakan mengangkat lutut Anda tinggi-tinggi secara bergantian, atau yang biasa Anda dengar dengan jalan di tempat. Selain itu, Anda bisa melakukan butt kickers. Mirip dengan gerakan jalan di tempat, namun hanya bagian lutut ke bawah yang bergerak dan tumit menyentuh bokong. Skipping atau lompat tali juga bisa dilakukan.

Kemudian Anda bisa melakukan latihan gabungan antara berjalan, jogging, berlari hingga lari cepat. Mulailah berjalan dan tambah kecepatan Anda setiap 10 detik hingga Anda meraih kecepatan sprint penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *