Kabar baik bagi para penggiat lari. Ajang bertajuk NusantaRun kembali digelar pada 2017.

Penyelenggaraan NusataRun tahun ini merupakan edisi yang kelima. Acara berlangsung 15-17 Desember 2017.

Sebanyak 223 pelari akan menempuh perjalanan sejauh 127,9km dari Purwokerto ke dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah.

NusantaRun bukanlah ajang lari biasa karena menempuh jarak lebih jauh dibandingkan maraton. Lomba ini masuk dalam kategori ultra maraton.

Berbeda dengan kompetisi lari lain, NusantaRun tidak menyediakan hadiah bagi pemenang. Malah para peserta diminta untuk menyumbang.

Dana yang terkumpul akan disumbangkan kepada Indonesian Oversea’s Alumni (IOA) untuk pengembangan kualitas 400 guru di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.

Kedua kabupaten itu dipilih karena berdasarkan Hasil Uji Kompetensi Guru 2016, sekitar 75 persen pengajar di sana belum bisa melewati angka kelulusan 55.

“Pada NusantaRun ini bukan cuma untukpersonal gain supaya keren, tapi kami juga ingin lari yang ada ada kontribusi ke masyarakat sambil mengajak teman donasi atau lari bersama,” ujar Christopher Tobing, pendiri NusantaRun, seperti dikutip Detik.com.

NusantaRun berawal sejak tahun 2013. Saat itu peserta hanya 53 orang dengan jarak lari 53,5 km dari Jakarta menuju Bogor. Tahun selanjutnya, terjadi peningkatan, yaitu lari dari Bogor ke Bandung dengan jarak 118 km dan diikuti 108 pelari.

Tahun 2015, jumlah peserta NusantaRun naik lagi hingga 165 orang dan jarak lomba bertambah menjadi 135 km menyusuri Bandung menuju Cirebon. Tahun lalu, 200 peserta berlari dari Cirebon ke Purwokerto dengan jarak 145 km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *