Ajang lari ekstrem dengan jarak 127,9 kilometer bertajuk Nusantarun Chapter 5 akan digelar pada 15-17 Desember 2017.

Sebanyak 224 pelari dari berbagai wilayah di Indonesia akan menyusuri jalanan mulai Purwokerto dengan suasana pedesaan yang asri hingga indahnya pemandangan dataran tinggi Dieng.

Jumlah tersebut didapat setelah mereka berhasil lolos dari ketatnya seleksi terhadap 300 orang pendaftar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelari-pelari akan mengemban misi kemanusiaan untuk membangun kualitas pendidikan di lokasi sekitar garis finis.

Kali ini, mereka akan menggalang donasi dari masyarakat dengan berbagai cara masing-masing guna disumbangkan kepada Indonesia Overseas Alumni (IOA) dan mendukung gerakan #GurukuMaju.

“Gelaran ini merupakan semangat sekaligus wujud dukungan untuk mengembangkan pendidikan melalui penggalangan dana, kesehatan dari lari itu sendiri, dan pariwisata karena melewati rute-rute eksotis yang kami tawarkan,” kata Christopher Tobing, salah satu pendiri Nusantarun.

“Semoga tahun ini donasi yang terkumpul lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia seperti dilansir BolaSport.com dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Kamis (7/12/2017) WIB.

Christopher juga menambahkan target 2017 dari Nusantarun bisa terkumpul donasi sebesar Rp 2 miliar.

Sejauh ini, donasi yang sudah terkumpul mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Donasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan 400 orang guru di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.

Bukan tanpa sebab, berdasarkan Hasil Uji Kompetensi Guru pada 2016, cara mengajar atau pedagogic guru-guru SD di Banjarnegara dan Dieng menempati urutan terendah.

Sejak pertama digelar, ajang NusantaRun telah melewati Kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Purwokerto serta berhasil menggalang donasi lebih dari Rp 4 miliar.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *