Seorang pria dikaruniai tubuh yang lebih kuat, lebih besar, dan lebih berotot dari wanita. Dari perbedaan fisik ini secara logis mungkin Anda akan menganggap pria lebih bugar daripada wanita.

Nah, tetapi ada temuan terbaru menunjukan hal yang di luar perkiraan tentang kebugaran pria dan wanita ini. Diduga-duga wanita lebih bugar daripada pria lho. Apa benar? Simak ulasan penelitiannya di bawah ini seperti disadur hellosehat.

Apa yang dikatakan penelitian terkini?

Penelitian Beltramme dan rekan-rekannya yang dimuat dalam jurnal Applied Physiology, Nutrition and Metabolism tahun 2017 memaparkan hasil yang bertolak belakang dengan penemuan sebelumnya yang menyatakan bahwa laki-laki memiliki kebugaran yang lebih tinggi daripada wanita.

Di penelitian ini justru sebaliknya, wanita memiliki kebugaran yang lebih tinggi dilihat dari kecepatan pembentukan oksigen.

Bagaimana penelitian ini dilakukan?

Penelitian ini melibatkan 18 orang, dengan 9 laki-laki dan 9 perempuan berusia 18-30 tahun. Responden dalam penelitian ini memiliki angka Indeks Massa Tubuh (IMT) yang sama. Mereka juga memiliki tingkat aktivitas fisik sehari yang cukup tinggi.

Semua responden diukur seberapa banyak oksigen yang mereka gunakan saat latihan dan seberapa banyak karbon dioksida yang mereka produksi.

Setelah semua responden melakukan pemanasan, mereka diminta untuk berlari di atas treadmill dimulai dengan kecepatan berjalan.

Kecepatan treadmill lalu ditingkatkan hingga mencapai 80 persen dari denyut jantung maksimal mereka. Latihan yang diberikan ini merupakan latihan dengan kategori intensitas sedang.

Pengukuran spesifik yang dilakukan pada penelitian ini adalah melihat seberapa cepat ambilan oksigen akan meningkat dari kondisi istirahat ke fase latihan yang diberikan.

Ambilan oksigen merupakan tingkat konsumsi oksigen yang digunakan tubuh seseorang dalam setiap menitnya.

Ambilan oksigen seseorang yang tinggi akan semakin maksimal untuk melakukan kegiatan latihan dengan internsitas yang tinggi. Orang yang memiliki ambilan oksigen yang tinggi memiliki kinerja kerja yang lebih baik, ibaratnya lebih tidak gampang ngos-ngosan.

Lalu apa hasilnya?

Penelitian menunjukan bahwa wanita lebih cepat beradaptasi terhadap latihan yang diberikan yakni dalam waktu 30 detik, sedangkan pria membutuhkan waktu 42 detik untuk menyesuaikannya.

Dari hasil tersebut menunjukan berarti secara konstan pengolahan oksigen terjadi sekitar 30 persen lebih cepat pada wanita daripada pria.

Peneliti juga menemukan bahwa kelompok wanita dalam penelitian ini bisa menyalurkan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lebih baik.

Lebih cepatnya pengolahan oksigen dalam tubuh wanita dilihat dari kondisi otot wanita dalam mengolah oksigen.

Penelitian ini menunjukan bahwa otot-otot wanita mengeluarkan oksigen dari darah lebih cepat. Sehingga secara ilmiah dapat dikatakan wanita memiliki sistem kebugaran aerobik yang lebih tinggi daripada pria.

Oleh karena itu, dengan lebih cepatnya wanita mengolah oksigen di dalam tubuh diduga wanita akan tidak lebih mudah mengalami kelelahan otot dan cenderung lebih bisa menunujukkan performa olahraga yang baik.

Beltramme mengatakan, untuk sekarang ini meskipun pria biasanya dikaruniai oleh tubuh yang lebih kuat tapi kondisi ini tidak bisa menyatakan bahwa kuatnya tubuh pria menandakan ia lebih bugar secara keseluruhan dibandingkan wanita.

Temuan kontroversial ini masih perlu didalami lebih jauh lagi untuk mengetahui kebenarannya. Beltramme akan melakukan penelitian serupa yang lebih luas dan lebih spesifik pada para atlet profesional.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *