Lari merupakan salah satu olahraga yang praktis dan menyehatkan. Walau begitu, olahraga ini juga rawan memicu cedera jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Banyak yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan diri sebelum mulai berlari. Selain latihan yang teratur dan terukur, penting juga melakukan medical check up atau cek kesehatan secara umum.

Pakar kesehatan olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Rachmat Wisnu Hidayat, SpKO sangat menganjurkan untuk cek kesehatan terlebih dahulu jika ingin berolahraga berat, termasuk di antaranya lari.

Ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti cedera atau bahkan kematian.

“Seseorang yang melakukan olahraga intensitas tinggi termasuk lari, hendaknya memeriksakan kondisi tubuhnya dengan cara cek fisik serta cek laboratorium,” ujar dr Wisnu dalam jumpa media di SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (17/12/2017), seperti dilansir Detik.com.

Cek fisik dilakukan guna menggali keluhan dan tanda penyakit. Hasilnya bisa digunakan untuk menentukan jenis lari seperti apa yang paling cocok dilakukan pada kondisi tertentu.

Cek laboratorium dilakukan antara lain untuk mengetahui sirkulasi darah dan hemoglobin seseorang. Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan fungsi organ-organ dalam seperti ginjal dan liver.

Semua organ dalam tubuh harus berfungsi dengan baik guna mengoptimalkan fungsi organ dalam sesuai fungsinya. Seperti liver harus dipastikan dalam keadaan normal untuk mendetoksifikasi tubuh dengan baik saat melakukan lari.

“Selain itu juga ada pemeriksaan mendalam di organ jantung yang dilakukan dengan treadmill. Dari situ terlihat jantung kuat atau tidaknya untuk melakukan olahraga yang berat seperti lari,” tambah dr Wishnu yang juga berpraktik di Laboratorium Klinik Prodia.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *