Fascia adalah tokoh besar dalam setiap gerakan yang dibuat dan setiap cedera yang kita alami, namun selama ini lepas dari perhatian.

Saat menyebut kata “Fascia” banyak yang terpeleset menjadi “Facial”. Karena Facial lebih umum dan terbiasa terdengar di telinga, tapi tentu saja tidak ada kaitannya dengan fascial.

Fascial bukan diambil dari kata “facial” yang salah tulis, tetapi merupakan bagian tubuh kita yang sangat penting. Mengapa?

Karena saat bergerak, berjalan, bahkan berlari, sebenarnya kita sedang menggerakkan beberapa komponen dalam tubuh seperti otot-otot, persendian, dan tulang-tulang yang memang sudah ada di dalam tubuh. Pergerakkan terjadi dari hasil kerjasama seluruh komponen tubuh yang sebenarnya terpisah tapi berkaitan. Fascia ini adalah pembungkus komponen-komponen ini.

Tubuh kita ini terdiri dari 650 sel otot. Apakah terbayang jika masing-masing bekerja sendiri-sendiri tanpa terhubung satu sama lain? Mungkin kita tidak dapat bergerak dengan luwes seperti sekarang dan lebih menyerupai robot.

APA ITU FASCIA?

FASCIA adalah penghubung komponen-komponen penting dalam tubuh, yang menjaganya tetap terpisah namun begitu mudah bergeser saat bergerak. Seluruhnya menjadi satu kesatuan, Fascia itu kuat, basah, dan licin. Bukan hanya otot semata, tetapi juga organ, tendon, ligament, dan sel otot.

Kita ambil contoh dari salah satu otot: bicep. Saat kita menggerakkan otot bicep, apakah hanya bagian itu saja yang bergerak?

Tentu tidak, karena seluruh bagian tangan dan ibu jari kita ikut bergerak. Bicep ini sejatinya berasal dari supraglenoid tuberculum dari tulang belikat dan proses coracoid dari tulang belikat, kemudian berakhir di insersi radial tuberositas.

Sambungan garis lengan itu dari pectoralis minor sampai menuju ibu jari, dan semuanya fascia membuat semuanya saling terkait. Fascia yang memang merupakan plastik pembungkus, menghubungkan bisep dengan tricep dan bracialis. Jadi ketika kita melakukan gerakan pada bicep, bukan saja bicep yang bergerak tapi seluruh tangan dari atas sampai ibu jari.

Fascia itu komponen penting yang seringkali tidak dianggap, mungkin dilupakan. Karena memang begitu rumit untuk dibahas.

Dikutip dari Runner’s World edisi Juni 2011, pada tahun 2007 Sekolah Kedokteran Harvard mengadakan Kongres Penelitian Fascia Internasional untuk pertama kalinya dan membawa hal baru untuk memperhatikan tentang sistem fascial. Seperti kisah cinderella dalam dunia anatomi, fascia yang sebelumnya kurang diperhatikan berubah menjadi pemain utama. Fascia pemeran penting dari setiap gerakan yang dibuat dan setiap cedera yang dialami, yang sebelumnya urang mendapat atensi.

PENTINGNYA LATIHAN FASCIA BAGI PELARI

Saat bergerak, maka beberapa komponen tubuh kita seperti tulang, sendri, dan otot sedang berinteraksi. Ada tiga kelompok otot saat berlari, yaiti otot pimer (quadricep femoris, hamstring, gluteys maximus, iliopsoas, dan gastrocnemius), otot pendukung (bicep dan abdominal), dan otot tmbahan (intercostalis eksternal dan internal).

Saat berlari, semua bagian ini akan melakukan gerakan yang sama dan terjadi terus menerus. Dan fascia adalah aktor besar dalam setiap kita bergerak dan mungkin saat kita mengalami cedera. Oleh karena itu, sebaiknya fascia ini sering dilatih selama kita masih ingin  bergerak bebas dengan nyaman.

BAGAIMANA CARA MELATIH FASCIA?

Saat melatih otot, maka kita juga melatih fascia. Hal ini karena fascia adalah pembungkus otot dan berada di sekitar otot, sehingga apa yang terjadi di otot juga dirasakan oleh fascia.

Tetapi untuk fascia, latihan otot saja tidak cukup. Untuk melatif fascia, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

Melambung

‘Bounce’ atau melambung. Gerakan ini bertujuan agar tubuh memiliki kemampuan seperti pegas.

Merasakan Indera

Melatih indera bertujuan agar tubuh kita peka terhadap berbagai variasi stimulasi. Dengan melatih indera, diharapkan tubuh kita lebih peka dari berbagai stimulus yang terkoneksi dengan tubuh.

Hidrasi

Tubuh kita 70% berisi air. Air adalah media perubahan dalam fascia. Akan tetapi, permasalahannya bukan hanya seberapa banyak kita minum tetapi juga seberapa banyak tersebar dan sampai pada sel tubuh kita. Untuk melancarkan proses penyebarannya ini, bisa dibantu dicapai dengan menggunakan media roller atau pijat fascia.

Perluasan Jangkauan

Apakah kamu pernah mendengan istilah ‘stretch shortening cycle’? Sebagai contoh, saat ingin melakukan gerakan meloncat, kita akan mengambil ancang-ancang dahulu agar bisa melambung tinggi. Dalam melakukan gerakan ini diperlukan elastisitas. Fascia bisa dilatih untuk mendapatkan elastistisitas tersebut.

Jika kamu hanya melatih dua dari empat faktor di atas, tentunya tidak cukup untuk mendapat kondisi fascia yang prima. Dengan melatif fascia, tentunya resiko mengalami cedera saat berlari akan lebih diminalisir.

Kabar baiknya, kamu bisa mengenal tentang fascia dan mengetahui metode latihannya dalam waktu dekat ini! Bugaraga bekerjasama dengan Vitruvian mengajak para pelari dan pecinta olahraga untuk belajar dan latihan bersama di Fascial Movement for Runners. Acara ini berlangsung tanggal 24 Maret 2018 di Jl. Adityawarman No.4 pukul 9.00-12.00.

Silakan daftarkan diri kamu dan komunitas sekarang juga ke No.087888680353 (Nila). Acara ini diadakan tanpa biaya. Sampai ketemu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *