Jika sudah rajin olahraga tapi berat badan bertambah, jangan lempar dulu timbangan badan di rumah!

Rasanya sulit merelakan kenaikan angka di timbangan badan naik padahal sudah mati-matian olahraga. Saya pun mengalami hal yang sama. Harap-harap bahwa timbangannya rusak. Tapi bagaimana jika memang baik-baik saja?

KONVERSI LEMAK KE OTOT

Tidak adil memang menghakimi tubuh sendiri hanya karena angka di timbangan tidak menyenangkan. Apalagi menyalahkan timbangan. Mungkin ada hal yang terlewat: perbandingkan ukuran satu kilo lemak dengan satu kilo otot memang tidak bisa disamakan ukurannya.

Ya, massa otot lebih berat dibanding massa lemak.

Mungkin angka di timbangan bisa bertambah, tapi lingkar perut justru berkurang. Celana yang melonggar tidak bisa bohong. Jadi saya memang lebih percaya angka di meteran baju dibanding angka di timbangan badan. Penampilan fisik kita terkadang berbeda dengan angka ditimbangan. Terlihat lebih kurus bukan berarti lebih ringan. Jangan lupa: Lemak itu lebih ringan dibanding dengan otot.

Tidak ada salahnya untuk memantau selalu berat tubuh sendiri. Angka timbangan yang paling jujur adalah saat bangun tidur. Ketika tubuh belum diiisi oleh makanan dan minuman. Jadi lebih baik menimbang badan saat bangun dibanding menjelang tidur. Jika ingin hasil yang lebih menyenangkan.

Ada tiga cara untuk mengecek rasio otot dengan lemak berdasarkan artikel di Prevention, yaitu:

Pengukuran Berat Hidrostatik

Cara ini dengan menimbang berat badan di atas air. Kamu yakin mau menenggelamkan badan di dalam air demi mengukur berat badan yang akurat? Saya memilih cara yang lain.

Timbangan Impedansi Bioleketrik

Bahasa lebih mudahnya adalah timbangan tubuh dan lemak. Alat ini sudah mudah dicari di toko olahraga. Saat kita berdiri di atas timbangan, arus listrik yang aman akan dialirkan ke dalam tubuh. Kita bisa dengan mudah menghitung persentase lemak tubuh berdasarkan kekuatan pantulan balik signal listrik yang dialirkan dan berjalan di dalam tubuh.

Timbangan Pengukur Lemak Tubuh

Metode ini sepertinya lebih mudah dilakukan dibanding dua di atas. Di tempat gym biasanya tersedia alat ini. Metode ini dinilai cukup akurat dan lebih effortless dibanding dua alat di atas. Dengan perhitungan yang tepat maka kita bisa mengetahui jumlah lemak di dalam tubuh.

BERTAMBAHNYA CAIRAN DALAM TUBUH

Banyak faktor yang membuat tubuh menjadi lebih berat saat memulai olahraga. Cairan juga berpengaruh dalam meningkatnya berat tubuh ketika kita sedang rutin berlatih. Konversi dari glikogen atau gula ke glukosa adalah sumber energi untuk otot tubuh.

Para pelari yang ingin bertanding biasanya melakukan carbo-loading untuk menabung energi yang nantinya menjadi bensin saat lomba. Glikogen terikat dengan cairan di dalam tubuh sebagai bagian dari proses pembakaran di dalam otot. Air juga memiliki beban dan sudah sepatutnya kandungan air di dalam otot juga memberi kontrbusi pada penambahan beban di dalam tubuh, kan?

Apakah jika terus latihan berat kita juga terus merangkak naik? Dr. Gary Calabrese, PT, DPT Senior Director dari Rehabilitation and Sports Therapy di Cleveland Clinic mengatakan otot tubuh kita sudah terbiasa dengan latihan yang kita jalani maka lama-lama kebutuhan glikogen menjadi lebih sedikit, walaupun energi yang dikeluarkan berada dalam level yang sama. Seiring dengan itu, penyimpanan air pun menjadi lebih sedikit dan berat tubuh bisa di titik stabil atau bahkan berkurang.

Jika ingin hasil yang diinginkan, konsistenlah dalam berolahraga. Konsisten berarti dilakukan dengan disiplin dalam kurun waktu yang panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *