VO2 max adalah kapasitas maksimum tubuh untuk menyalurkan dan menggunakan oksigen  saat olahraga intens, yang mencerminkan tingkat kebugaran fisik seseorang.

VO2 max juga merupakan satu faktor penentu kapasitas seseorang untuk melakukan aktifitas olahraga dalam jangka waktu tertentu dan berhubungan dengan daya tahan aerobic.

Seperti dilansir Dunialari.com, VO2 max diukur dalam bentuk “jumlah millimeter oksigen yang digunakan dalam 1 menit per 1 kilogram bobot tubuh”.

Ukuran ini secara umum dianggap sebagai indikator terbaik untuk menentukan kebugaran kardiovaskular dan daya tahan aerobic seorang atlet.

Secara teori, semakin banyak oksigen yang mampu digunakan seseorang ketika melakukan aktifitas intens, semakin banyak energi yang dapat dihasilkan.

Hal ini seringkali ditunjukan oleh atlet elit yang memiliki tingkat VO2 max tinggi.

Bagaimana Mengukur VO2 Max?

Pengukuran yang akurat memerlukan usaha lengkap (biasanya melibatkan treadmill atau sepeda statis) dibawah pengawasan dan protokol ketat di laboratorium performa olahraga.

Protokol ini melibatkan peningkatan kecepatan dan intensitas secara spesifik, serta pengumpulan dan pengukuran volume dan konsentrasi oksigen dari tarikan dan hembusan napas – yang akan menunjukan jumlah penggunaan oksigen subjek tes tersebut.

Konsumsi oksigen seseorang meningkat secara linear dengan intensitas aktifitas – sampai titik tertentu. Ada titik spesifik dimana konsumsi oksigen akan mendatar bahkan jika intensitas aktifitas meningkat. Keadaan mendatar inilah penanda VO2 max.

Saat dimana tubuh meninggalkan zona aerobic metabolisme dan memasuki zona anaerobic metabolisme ketika melakukan tes VO2 max akan terasa sakit dan sulit.

Dari poin ini, otot akan terasa sangat lelah dan memaksa seseorang untuk berhenti bergerak. Tes VO2 max biasanya memakan waktu antara 10-15 menit.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *