Lari adalah olahraga murah nan meriah. Tak herna jika aktivitas fisik tersebut menjamur di dunia, termasuk Indonesia.

Beragam acara lari menghiasi setiap akhir pekan di Tanah Air. Pelari pemula maupun profesional ingin ikut di dalamanya.

Bagi pemula, mungkin banyak yang masih memiliki pertanyaan akan kebiasaan-kebiasaan dalam olahraga lari.

Seperti dikutip dari Dunialari.com, berikut adalah situasi yang kerap dialami pemula dan cara menanganginya:

Menggunakan Toilet

Kalau kamu memiliki rasa segan menggunakan toilet portable atau kamar mandi gelap yang disediakan di ajang lomba lari, kamu harus belajar mengatasinya– cepat atau lambat. Pada akhirnya akan tiba saat dimana kamu harus menggunakan toilet – bagaimanapun keadaan toilet tersebut.

Merupakan hal umum bagi pelari untuk tiba-tiba ingin buang air kecil karena minum terlalu banyak sebelum start, atau mereka terkena runner’s trots.

Ketika hal ini terjadi, jangan malu. Semua pelari pasti pernah atau akan mengalaminya.

Mitos Side Stitches

Sebagian pelari masih mempercayai mitos mengenai side stitches disebabkan oleh minum air putih ketika sedang berlari. Sebenarnya side stitches adalah akibat dari cara bernapas yang kurang tepat.

Jika kamu berencana untuk berlari selama lebih dari 30 menit, hidrasi merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan. Terutama bila kamu berlari di cuaca panas, usahakan untuk minum tiap 20 menit sekali.

Jaga Makanan

“Kamu lari maraton? Enak ya, bisa makan banyak!”

Kalimat ini pasti sering terdengar. Walaupun olahraga lari membakar banyak kalori, bukan berarti kamu bisa makan apa saja dengan porsi sebanyak-banyaknya.

Banyak pelari yang pada akhirnya bertambah berat badan setelah rutin berlari. Usahakan untuk tetap menjaga menu, dan porsi makan sesuai dengan intensitas latihanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *