Gula yang dikonsumsi oleh manusia bisa dibekan menjadi dua, yaitu gula baik dan gula jahat.

Gula yang baik biasa ditemukan dalam zat fruktosa yang terdapat di dalam buah serta luktusa dalam olahan susu.

Makanan yang mengandung gula jenis ini biasanya juga kaya akan serat dan vitamin yang baik untuk diet sehat.

Sementara gula yang jahat terdapat pada makanan olahan, minuman bersoda, serta hidangan penutup yang biasa disajikan.

Mengurangi konsumsi gula jahat jelas sebuah hal yang cukup sulit mengingat makanan jenis tersebut mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari.

Namun hal tersebut bukan tak mungkin sama sekali.

Lagipula, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula jahat terbukti bisa meningkatkan kesehatan.

Konsumsi gula jahat dalam jumlah yang berlebih membuat tubuh serasa malas-malasan.

Hal ini karena kandungan zat insulin dalam gula jahat yang memengaruhi hormon manusia.

Jika mengurangi konsumsi makanan jenis ini, energi dalam tubuh manusia akan lebih konsisten.

Tubuh pun terasa lebih segar.

Selain itu, mengurangi makanan yang mengandung gula jahat membuat sistem imun bertambah kuat.

Gula jahat memberikan dampak kepada bakteri tidak baik dalam tubuh yang memengaruhi sistem imun.

Mengurangi konsumsi gula berlebih juga membuat kita jarang terkena peradangan kulit.

Kandungan gula jahat yang terlalu banyak mengalir dalam darah kita bisa merusak jaringan kulit.

Hal ini bisa memicu peradangan pada kulit kita.

Akibatnya, kita mudah terkena jerawat atau bintik-bintik merah.

Mengurangi konsumsi makan terhadap gula jahat harus diimbangi dengan konsumsi yang lebih banyak terhadap gula baik.

Ganti cemilan yang terbuat dari gula buatan dengan buah-buahan alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *