Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menganggap Mandiri Jakarta Marathon (MJM) sebagai salah satu sport tourism unggulan agar bisa memenuhi target wisatawan pada 2017.

Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Arief Yahya, menyatakan lewat MJM Kemenpar mendapat bantuan untuk bisa menjaring wisatawan-wisatawan baik domestik mau pun mancanegara.

Lomba lari terbesar di Indonesia bertajuk Mandiri Jakarta Marathon (MJM) 2017 akan kembali digelar, Minggu (29/10/2017) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Sebanyak 16.000 pelari telah terdaftar sebagai peserta termasuk 1.585 pelari asing dari 50 negara. Tahun ini, MJM akan mengusung tema “Never Give Up”.

“Mandiri Jakarta Marathon merupakan salah satu agenda utama kegiatan wisata olahraga di Indonesia karena mampu menghadirkan ribuan pelari mancanegara,” kata Menpar, Arief Yahya.

“Sport tourism merupakan salah satu sektor pariwisata teratas yang mampu mendatangkan wisatawan baik domestik mau pun mancanegara,” ujar dia.

Arief juga menambahkan MJM telah membawa dampak positif bagi pembangunan pariwisata ibukota.

Selain itu, juga menjadi peluang strategis dalam mendukung target Kementerian Pariwisata menjaring 15 juta wisatawan mancanegara dan 265 juta pergerakan wisatawan domestik di Indonesia pada 2017.

Memasuki penyelanggaraan tahun ke-5, ajang yang berhadiah total Rp 774 juta ini memperkenalkan beberapa hal baru dan terus melakukan inovasi.

Penyempurnaan dan pembenahan infrastruktur agar Jakarta sejajar dengan kota-kota maraton kelas dunia juga terus dilakukan.

MJM tahun ini akan melombakan lima kategori lari yakni full marathon (42 km), half marathon (21 km), 10K (10 km), 5K (5 km), dan Marathoonz (Children’s Sprint).

Pengambilan perlengkapan lomba MJM 2017 akan bisa dilakukan pada 26-28 Oktober 2017 di Kuningan City, lantai 2, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *