Sepanjang tahun, umumnya cuaca di Indonesia cerah dan bersahabat untuk para pelari. Namun ada waktunya musim hujan datang.

Apa akibatnya? Kita jadi mengurungkan niat untuk berlari, terpaksa hujan-hujanan saat race, dan bahkan terkena flu.

Sebenarnya, bolehkah kita tetap lari saat hujan atau saat sedang pilek? Ini penjelasannya, seperti dikutip dari blog ASICS.

To run or not to run

Secara umum, tidak disarankan untuk berlari saat sedang pilek. Saat kita sedang flu, tubuh memerlukan banyak energi untuk melawan flu dan untuk memulihkan kondisi.

Apabila kita berlari saat flu, tubuh harus membagi sumber energi antara untuk latihan dan pemulihan. Memaksakan diri berlari saat sedang pilek dapat membuatmu merasa lebih buruk setelah lari atau membuat pemulihanmu berjalan lebih lambat.

Meski demikian, banyak pelari yang tidak betah bila disuruh istirahat. Bila kamu termasuk yang tidak bisa tidak harus lari apapun kondisinya, lakukan prosedur ini terlebih dulu: Neck check. Neck check artinya, bila gejala pilek terasa di atas leher –hidung tersumbat, hidung meler, atau radang tenggorokan– maka kamu aman untuk lari. Sebaliknya, bila gejalanya terasa di bawah leher –dada sesak, suhu tinggi, atau nyeri otot– disarankan untuk mengurungkan niat berlari dan istirahat saja.

Perkecualian diberikan bila kamu masih pada tahap awal kena pilek. Pada tahap ini, kamu masih aman untuk lari. Melakukannya dapat membuka jalur udara dan mengusir virus sumber penyakit. Kamu juga akan merasakan efek runner’s high akibat luapan endorphin.

Tapi bila kamu merasa dada menjadi sesak atau bahkan demam, hindari berlari hingga gejalanya mereda. Pasalnya, flu yang kamu alami dapat berkembang menjadi infeksi dada dan memaksamu beristirahat lebih lama (baca: stop lari lebih lama). Ketimbang meratapi nasib, terima saja bahwa ini bagian dari proses pemulihan. Jangan stres juga karena tidak bisa berlari. Take it easy. Hal ini akan membuatmu lebih cepat pulih and come back stronger.

Tips lari saat flu

Apabila kondisi flu yang kamu alami termasuk kategori aman untuk berlari, perhatikan hal ini sebelum kamu berlari:
1/ Kurangi jarak. Saat ini bukan waktunya untuk long run.
2/ Kurangi intensitas. Berlarilah dengan pace yang nyaman.
3/ Hentikan latihan interval. Hal ini dapat memberi tekanan berlebih pada tubuh.
4/ Hindari berlari dengan grup yang kompetitif. Kamu hanya akan terbawa melampui zona nyamanmu.
5/ Matikan GPS. Sebenarnya saran ini bersifat opsional, namun menyalakan GPS biasanya akan membuat kita cenderung memacu diri dan itu bukan hal yang disarankan bila sedang pilek.
6/ Jangan ikuti race. Bertindaklah bijaksana dengan menahan diri tidak mendaftar race atau bahkan mundur dari race dimana kamu sudah terdaftar sebagai peserta.

Tips hindari flu

Berlawanan dengan pandangan umum, berlari saat hari hujan tidak akan membuatmu terkena flu. Viruslah yang dapat membuatmu terkena pilek atau flu. Namun, kondisi kehujanan dapat secara tidak langsung membuatmu sakit.

Saat virus sudah berada di hidung, faktor kehujanan dapat membuatnya berkembang menjadi pilek atau flu. Saat virus sudah berada di dalam tubuh, faktor kehujanan dan kedinginan dapat membuatnya berkembang menjadi sakit yang lebih parah bila tubuh tidak berhasil melawannya.

Berlari, tentu saja, dapat membantumu terhindar dari pilek dan flu karena olahraga teratur dapat menaikkan tingkat kekebalan tubuh (namun perhatikan, olahraga dengan intensitas tinggi dapat menurunkan tingkat kekebalan tubuh pada masa pemulihan). Sejatinya olahraga apapun, termasuk lari, telah terbukti bermanfaat untuk kesehatan. Lakukanlah dengan bijaksana. Cek juga 6 manfaat lari untuk kesehatan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *