Berlari tak melulu harus di atas aspal atau trek lari. Seiring perkembangan zaman, olahraga yang satu ini semakin banyak jenisnya.

Salah satu jeis lari yang sedang ngetren adalah trail running. Artinya, kita berlari di pegunungan atau alam bebas.

Saat ini sudah banyak lomba trail run yang diselenggarakan. Peminatnya pun semakin banyak.

Apakah Anda tertarik untuk mencoba olahraga ekstrem yang satu ini? Eits, tunggu dulu.

Trail running atau bukan sekadar lari biasa. Bagi Anda yang ingin mencoba, perlu persiapan matang.

Jika Anda nekat berlari di pegunungan tanpa ada persiapan matang atau latihan, maka yang ada adalah cedera.

Fandhi Achmad, atlet trail running Indonesia, menyarankan agar memperbanyak latihan lari di gunung untuk beradaptasi dengan medan.

Bukan hanya latihan lari, pelari juga harus mengiringi persiapan dengan latihan-latihan lain seperti renang dan juga penguatan otot.

“Biasanya latihannya hanya lari saja, padahal selain lari harusnya diimbangi dengan latihan lain, relaksasi seperti renang, latihan fleksibilitas, kemudian latihan penguatan otot-otot,” kata Fandhi seperti dikutip Kompas.com.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah perlengkapan. Anda memerlukan tas seperti rompi yang berisi makanan, head lamp, jaket, dan obat-obatan untuk mengantisipasi cedera.

Untuk pakaian, diperlukan jenis baju lari yang hangat. Kita tahu bahwa salah satu tantangan berlari di gunung adalah cuaca dingin.

Perlengkapan terakhir adalah sepatu. Sepatu yang digunakan pada trail running berbeda dengan sepatu lari biasa. Sepatu khusus trail running biasanya terdapat grip di bagian bawah.

“Untuk lari di tanah, lumpur dan berbatu kalau pakai sepatu road running yang flat biasanya lebih licin dan tak bisa menapak,” ujar Fandhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *