Lalu Muhammad Zohri memang belum menyumbangkan emas untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Namun hal tersebut bukan perkara yang musti dipermasalahkan.

Tak adil jika menilai Lalu Muhammad Zohri tanpa melihat usia sang pemain.

Zohri lahir di Lombok pada 1 Juli 2000.

Artinya, Zohri baru berusia 18 tahun kala mewakili Indonesia untuk nomor lari 100 meter putra di Asian Games 2018.

Dilihat dari segi usia, Zohri sudah sangat berprestasi dengan mampu masuk final cabang olahraga tersebut.

Zohri memang kalah, tetapi hal tersebut seharusnya tak menjadi fokus utama.

Catatan waktu Zohri semakin membaik dari babak kualifikasi hingga memasuki final Asian Games 2018.

Di laga final cabang olahraga tersebut, Zohri mampu finis di urutan ke-7 dengan catatan waktu 10,20 detik.

Angka tersebut belum mengalahkan catatan terbaiknya saat memenangi Kejuaraan Dunia Atletik Junior di Tampere, Finlandia, pada 12 Juli 2018.

Saat itu, Zohri mencatatkan waktu 10,18 detik dan berhasil keluar sebagai juara dunia junior untuk nomor lari 100 meter.

Nama Zohri langsung membumbung tinggi begitu ia memenangi Kejuaraan Dunia Atletik junior tersebut.

Prestasi Zohri di Kejuaraan Atletik Junior tersebut menjadi yang terbaik diraih oleh atlet Indonesia di cabang olahraga serupa.

Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia adalah mampu finis di urutan enam besar pada 1986.

Karier Zohri memang bak mimpi yang jadi nyata dalam waktu tiba-tiba.

Ia baru mulai diberitakan oleh publik pada 16 Desember 2017.

Saat itupun, pemberitaan tentang Zohri bukanlah tentang kiprahnya di lari 100 meter secara individu.

Zohri terlebih dahulu menjadi salah satu pelari untuk kategori estafet 4×100 meter.

Status Zohri pada pertama kali pun bukanlah sebagai pelari utama, melainkan hanya pemain pengganti.

Ia lalu terpilih untuk menggantikan Iswandi yang mengalami cedera.

Saat diikutkan pada sejumlah nomor lari 100 meter atauĀ sprint secara individu, Zohri selalu memberikan hasil yang memuaskan.

Sebelum Kejuaraan Atletik Junior 2018, Zohri sempat dikirim ke Amerika Serikat dan Jepang.

Kini tekad paling dekat Zohri adalah memecahkan rekorĀ sprint dalam 10,17 detik level nasional milik Suryo Agung.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *