Olahraga menjadi bagian dari gaya hidup, oleh karena itu banyak yang masih menyempatkan olahraga dalam kesibukannya bekerja. Begitupun untuk para karyawan Kompas Gramedia (KG) yang masih banyak menyisihkan waktunya untuk berolahraga.

Buat kebanyakan karyawan KG, aktivitas olahraga bukan hal yang baru. Di kawasan kantor pusatnya, bilangan Palmerah Jakarta Selatan, berbagai fasilitas olah raga tersedia. Lapangan futsal dengan rumput sintetis yang nyaman, lapangan tenis, basket, volley, badminton hingga tenis meja tersedia.

Di sejumlah lantai juga tersedia treadmill. Lintasan lari walaupun hanya beberapa ratus meter berupa trek yang melingkari fasilitas olahraga tadi tersedia. Bukan melulu olah raga permainan, olah raga jenis lain seperti bela diri: Perguruan Bangau Putih hingga karate ada. Demikian juga dengan olah raga berbasis hobby, outdoor atau petualangan, kelompok olah raga memancing laut dalam, hingga pendaki gunung (KG Adventure) atau KG Cyclist yang terkenal aktif di berbagai jelajah sepeda.

Bugaraga berkesempatan berkunjung ke sesi latihan Kompas Gramedia Pelari(an), pada Rabu (8/11) malam lalu. KGP berlatih rutin setiap Senin dan Rabu malam bersama coach Rahmat. Malam itu, Fitri Tasfiah dari Bugaraga memberikan materi “Yoga for Runners” kepada sekitar 20 orang. Menu latihan dipadukan antara strength and condition dari coach Rahmat Rukmantara dan cooling down dengan yoga dari Fitri.

Bugaraga bersama KG Pelari(an) melakukan aktivitas #YogaForRunners di Lapangan Tenis Kompas Gramedia Group Palmerah.

BUKAN SEKADAR IKUT-IKUTAN TREN

Jauh sebelum tren lari berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun ini, karyawan KG sudah banyak yang menyukai olahraga daya tahan ini. Sekitar tahun 90-an sejumlah karyawan KG sudah biasa berlari di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, baik secara sendiri-sendiri atau berkelompok.

“Tidak jarang kita juga menemui Pak Jakob Jakob yang berolah raga jalan di kawasan itu pada Selasa atau Kamis sore. Jadi lari itu buat kami bukan hal baru, cuma emang gak kayak sekarang sih, lari dikit aja selfie hehe…” kata Agus Hermawan alias Abah, salah seorang KGPers, istilah mereka untuk anggota KG Pelari(an). Pak Jakob dimaksud Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia Group.

Sejumlah orang juga sudah berlari dan bergabung dengan komunitas-komunitas lari, seperti Jashinta Felicia, Dessy Savitri, Gunawan Samiadji dan sebagainya yang berlatih bersama IndoRunners, RUSH Runner, Run For Indonesia, dan sebagainya.

LAHIRNYA KG PELARI(AN)

Kelahiran KG Pelari(an) tergolong unik. “Seinget saya, KGP terbentuk sejak teman-teman KG Cyclist,” kata Abah. Seperti juga terjadi di sejumlah penghobi sepeda, sejumlah KGC juga juga mulai menekuni olah raga lari lagi.
Para penggowes itu janjian untuk berlari bareng di kawasan GBK Senayan. “Larinya enggak seberapa, tapi abis lari makan empal genthong atau bakso malang,” kata Fami Sankyo.

Suatu saat, tepatnya 5 April 2014, sejumlah anggota KGC berlari trail bersama ke kawasan Pondok Pemburu hingga Cisadon, Sentul. Kawasan itu memang biasa mereka sambangi dengan sepeda MTB mereka. Saat itu tidak semua dari mereka berlari, tetapi Fami Sankyo mengawal mereka dengan sepeda MTB-nya.
Setelah itu mereka membentuk grup WhatsApp dan mengundang sejumlah teman lain. Saat ada race tertentu, jika terlihat ada karyawan KG yang mengikuti juga maka akan diajak untuk bergabung.

Semakin lama semakin banyak anggotanya, hingga KG Pelari(an) akhirnya terbentuk. Nama Pelari(an) sengaja dipilih sebagai respon terhadap “bully’an” teman-teman pesepeda di KGC, bahwa mereka ibarat pelarian dari sepedaan.

“Tetapi dalam arti yang agak serius, kata pelari(an) itu dimaksudkan jika teman-teman bisa refreshing dan ‘membebaskan’ diri dari padatnya pekerjaan di kantor sehari-hari. Kita ajak tetap bugar, berolahraga dan semakin produktif.” kata Abah.

Jashinta Felicia yang baru saja menyelesaikan New York Marathon dipilih menjadi Ketua KGP. Maklum Mbakjas – demikian dia dipanggil—bukan orang baru di dunia pelarian. Sudah malah melintang. Sayang, malam itu, Bugaraga tidak sempat menemuinya.

BERLARI DENGAN BENAR

Selain berlatih dengan coach Rahmat, KGP sempat berlatih di bawah bimbingan coach Ferry. Bukannya tanpa alasan para pengurus KGP sengaja mendatangkan para pelatih itu.

“Kita ingin teman-teman berlatih dengan benar dan terhindar dari cidera akibat berlari,” kata Bagus Adam, salah seorang pengurus. Untuk itulah latihan penguatan otot, ketahanan dan bagaimana berlari dengan benar lebih ditekankan mengingat KGP merupakan komunitas pelari kantoran, bukan atlet.

Para pengurus Yoke, Dessy, Danu, Ine, Wahyu, Gus Sur dan Cindy bahu membahu menggerakan organisasi. “Jujur enggak mudah lo ngajak orang berolahraga, termasuk lari,” kata Yoke. Tetapi mereka terus melakukan ‘kampanye’ untuk mengajak rekan-rekannya berolahraga dan hidup sehat.

KG Pelari(an) saat mengikiuti sesi Strength and Conditioning dalam bimbingan Rahmat Rukhmantara.

“KGP hadir untuk saling menyemangati agar kita terus memelihara gaya hidup sehat,” kata Yoke.
Menurutnya, selain latihan rutin bersama coach Rahmat, KGP juga menggelar sharing session tentang hidup sehat dan olahraga. Sibuknya sebagai karyawan, membuat mereka tidak selalu sempat berlatih bersama. Terkadang rencana yang sudah terjadwal untuk lari ke luar kota pun tidak terlaksana.

Tetapi semangat tidak pernah pudar. KG Pelari(an) seringkali berlari bersama di kawasan bebas kendaraan (CFD) di Thamrin Sudirman, baik secara janjian terlebih dahulu atau hanya spontanitas. Sesekali juga melakukan lari trail ke kawasan Cisadon atau Pondok Pemburu. Sebenarnya selain mereka yang tergabung di KGP, sejumlah karyawan di unit-unit atau divisi di lingkungan KG juga ada yang membentuk kelompok-kelompok lari sendiri dan berlari bersama.

ARTI DARI “EVERY RUN IS A GOOD RUN”

“Kehadiran komunitas olahraga, seperti KG Pelari(an) atau komunitas olahraga lainnya di lingkungan KG ini baik buat corporate juga sih. Bukan melulu teman-teman lebih sehat, bugar, dan produktif tetapi keanggotaan yang lintas batas membuat kami yang berbeda divisi atau perusahaan bisa bekerja sama lebih baik, karena kami kenal secara pribadi, tidak melulu rekan kerja satu KG,” ujar Abah.

Produktif bukan hanya urusan pekerjaan kantor, tetapi juga dalam bidang olahraga. Dalam waktu dekat Kompas akan menyelenggarakan Bank Jateng Borobodur Marathon 2017. Selain itu juga, Kompas memiliki ajang lari ultra Lintas Sumbawa 320 yang ditunggu-tunggu para pelari ultra.

Dengan moto “Every run is good run” para pelari KGP dari yang cimit-cimit yang “hanya” berlari 5 K hingga pelari maraton hingga ultra, para anggota KGP terus bersama-sama. Tagline-nya #ojongoyo_golekopo (jangan ngoyo, cari apa?) juga merupakan motivasi bahwa semua KGP semata-mata berlari untuk tetap sehat, bahagia, banyak teman, dan tentu saja produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *