Bulan puasa akan segera tiba. Bulan penuh berkah, tetapi sekaligus menghadirkan dilema bagi pecinta olahraga.

Saat bulan puasa tiba, biasanya orang-orang membatasi atau abhkan menghentikan kegiatan olahraga karena tak bisa minum atau makan selama seharian.

Akan tetapi, siapa bilang kita tidak bisa beraktivitas fisik saat bulan puasa?

Jangan jadikan bulan puasa sebagai alasan buat berhanti olahraga. Berolahraga saat bulan puasa justru penting untuk menjaga berat badan dan kesehatan.

Yang perlu dilakukan hanyalah mengetahui waktu yang tepat buat melakukannya. Kapankah itu?

Seorang dokter spesialis di Dubai, Dr Javaid, mengatakan bahwa olahraga paling baik dilakukan setelah sholat tarawih.

Soalnya, itu adalah waktu yang paling tepat setelah semua makanan yang kita konsumsi saat berbuka telah diolah di dalam perut.

Setelah berolahraga, baru kita bisa menikmati makan malam.

Bisa juga satu jam sebelum berbuka jika memungkinkan.

Namun disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang intensitasnya membuat denyut nadi naik di atas 150 per menit.

Untuk itu disarankan berolahraga dengan melakukan jogging pelan, jalan-jalan, atau lari di atas treadmill.

Bukan cuma itu, pola makan ketika bulan puasa pun perlu diatur. Tentu saja pola makan bagi yang ingin berolahraga saat puasa sangat berbeda.

Untuk berbuka, disarankan untuk tidak langsung makan makanan berat seperti nasi. Coba makan sesuatu yang ringan, misalnya makan buah seperti pisang dan kurma.

Saat berbuka kita bisa memilih antara air putih atau jus, karena jus bagus untuk sumber glukosa yang akan jadi sumber energi untuk berolahraga.

Barulah saat makan malam setelah olahraga, kita bisa makan makanan berat.

Nah, saat sahur, disarankan untuk banyak minum air putih. Dengan begini, cairan tubuh selama satu hari tidak akan kurang.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berolahraga saat bulan puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *