Anda mungkin menganggap peregangan hanya dilakukan oleh pelari atau pesenam, tetapi sebenarnya peregangan diperlukan untuk menjaga otot dan pergerakan sendi.

Kesalahan lainnya, umumnya kita mengira bahwa peregangan diperlukan untuk memanaskan otot dan menyiapkan otot untuk aktivitas.

Akan tetapi, banyak penelitian menunjukkan bahwa melakukan peregangan sebelum pemanasan justru akan mencederai otot.

Ketika otot dalam kondisi “dingin”, serat otot tidak siap dan dapat mengalami kerusakan. Bila Anda melakukan pemanasan terlebih dahulu, otot akan mendapatkan aliran darah dan jaringan akan lebih lentur dan mudah untuk berubah bentuk.

Untuk memanaskan otot sebelum peregangan setidaknya diperlukan lima hingga 10 menit aktivitas ringan, misalnya jalan cepat. Anda juga bisa melakukan peregangan setelah latihan aerobik atau angkat berat.

Lalu, kapan harus melakukan perenggangan otot? Berikut waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya seperti dilansir flexfreeclinic.com:

1. Peregangan Sebelum Berolahraga

Program peregangan sebelum berolahraga yang ideal mencakup pemanasan, misalnya jogging selama 5 menit hingga Anda merasakan otot menghangat.

Kemudian, lakukan peregangan statis slow sustainedselama 20-30 detik. Peregangan harus dimodifikasi dengan meningkatkan kecepatan dan kekuatan secara progresif yang dapat menyiapkan Anda untuk melakukan olahraga setelahnya.

2. Peregangan Setelah Berolahraga

Waktu yang ideal untuk melakukan sebagian besar peregangan statis adalah setelah berolahraga, segera setelah pendinginan. Lakukan selama 5-10 menit, dan berkonsentrasi pada otot yang Anda gunakan saat berolahraga.

Lakukan peregangan statis, bukan peregangan “memantul”. Peregangan di masa ini membantu mengembalikan otot ke ukuran panjang ketika istirahat dan menyiapkannya untuk sesi olahraga berikutnya.

Peregangan pada masa pendinginan dapat memperbaiki panjang otot dan fleksibilitas sendi yang membantu memperbaiki performa olahraga Anda.

Rutinitas peregangan statis ringan (meregangkan otot dan menahan dalam posisi tersebut tanpa rasa tidak nyaman selama 20-30 menit) dapat dilakukan pada akhir pemanasan, sebelum melakukan aktivitas yang lebih berat.

Pastikan untuk meregangkan setiap kelompok otot yang akan Anda gunakan sebanyak 2 atau 3 kali.

3. Peregangan Korektif atau Rehabilitasi

Peregangan spesifik untuk otot target harus dilakukan setiap hari atau sesuai dengan petunjuk dokter atau terapis Anda, dengan menggunakan teknik tertentu.

pemanasan untuk sesi peregangan dapat melibatkan 2 hingga 3 menit jogging atau melakukan olahraga yang Anda sukai dengan intensitas rendah selama 5 menit.

Bertambahnya keringat menandakan jaringan otot yang menghangat. Selain itu, mengikuti kelas yoga dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mendukung fleksibilitas dalam program kebugaran Anda.

Konsultasikan latihan peregangan yang tepat dengan dokter Anda, terutama bila Anda baru saja mengalami cedera atau sedang dalam program rehabilitasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *