JikaAnda sering berolahraga lari, mungkin Anda sudah sering merasakan salah satu keluhan umum yaitu nyeri lutut. Tekanan dan gerakan saat Anda berlari memang bisa membuat tempurung lutut Anda sakit.

Namun, nyeri ini bisa datang dan hilang tiba-tiba sehingga Anda mungkin jadi ragu kalau mau lari lagi. Padahal Anda bisa lari dengan aman kalau memilih lintasan lari yang tepat. Ini dia rahasia memilih lintasan lari terbaik kalau Anda mengalami nyeri lutut seperti dilansir Hellosehat.com.

Apakah boleh olahraga lari kalau sedang nyeri lutut?

Bila Anda mengalami nyeri lutut serius, sebaiknya memang Anda menunggu dulu sampai lutut benar-benar pulih baru berolahraga lagi. Namun, kalau nyeri lutut hanya muncul kadang-kadang atau tidak begitu terasa mengganggu, Anda boleh tetap berolahraga lari.

Namun, pastikan Anda sudah melakukan peregangan otot-otot di area lutut dan kaki dengan baik sebelum lari. Setelah lari, kompres lutut dengan es yang dibalut handuk untuk mencegah peradangan dan nyeri.

Anda juga harus lari dengan sepatu olahraga yang tepat. Ini berarti ukurannya jangan sampai kekecilan, kualitasnya harus baik, dan bentuknya bisa menunjang kaki Anda dengan sempurna selama Anda berlari.

Lintasan lari terbaik buat nyeri lutut

Lintasan lari Anda juga sangat menentukan apakah nyeri lutut bisa kumat menyerang Anda tiba-tiba. Oleh karena itu, sebaiknya Anda bijak memilih lintasan yang paling ramah buat lutut.

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Science and Medicine in Sport tahun 2010, rupanya lintasan lari dengan permukaan rumput segar adalah pilihan yang paling baik buat lutut. Apalagi kalau dibandingkan dengan jalanan dengan permukaan aspal.

Para peserta penelitian mengenakan sepatu lari khusus yang bisa mengukur tekanan yang diterima lutut dan kaki saat berlari. Ternyata, lari di atas permukaan aspal memberikan tekanan hingga 12 persen lebih besar daripada lari di atas rumput.

Penelitian lain dalam Research in Sport Medicine tahun 2012 menguak hasil yang serupa. Dalam penelitian ini, para ahli membandingkan tekanan lari di atas jalur beton, rumput, dan karet sintetis. Lagi-lagi, jalan berumput jadi lintasan lari yang paling aman bagi lutut.

Sementara itu, menurut seorang spesialis bedah tulang dari University Wexner Medical Center di Amerika Serikat, dr. Timothy Miller, lari di treadmill masih lebih aman daripada lari di atas jalanan aspal atau beton. Namun, ini masih tergantung pada kecepatan yang Anda pilih saat lari di treadmill.

Bagaimana permukaan jalan memengaruhi nyeri lutut

Seperti dijelaskan oleh dr. Timothy Miller, saat lari di atas permukaan rumput, telapak kaki Anda akan menapak tanah lebih lama dan lebih sering dibandingkan lari di atas jalanan aspal dan beton.

Semakin lama dan sering telapak kaki Anda menapak, tekanan yang diterima oleh kaki sampai lutut makin berkurang. Ini karena tekanan tersebut akan didistribusikan secara merata ke seluruh permukaan telapak kaki.

Sedangkan kalau Anda lari di jalanan aspal atau beton, kaki Anda mungkin hanya akan menapak selama sepersekian detik. Bahkan hanya bagian tumit dan bantalan kaki saja yang menyentuh tanah, bukan seluruh permukaan telapak kaki.

Akibatnya tekanan yang diterima jadi lebih tajam. Karena itulah otot dan sendi di lutut Anda harus bekerja lebih keras dan akhirnya lebih rentan nyeri. Jadi, sebaiknya hindari berlari di jalan aspal atau beton.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *