Bagi orang-orang yang hobi jalan kaki, baik para pemula maupun yang sudah sering melalukannya, pasti kebingungan tentang ukuran olahraga ini.

Beberapa orang memilih untuk mengukur jalan kaki dari jarak seseorang berjalan.

Sehari harus bisa menempuh berapa kilometer dan seterusnya.
Sebagian besar orang lebih memilih untuk mengukur jalan kaki dengan durasi.

Berapa menit mereka telah berjalan kaki dan berapa langkah yang mereka tempuh dalam kurun waktu yang tersebut.

Lalu manakah di antara dua hal tersebut yang menjadi indikator paling baik?

Ternyata, banyak penelitian yang membuktikan bahwa berjalan kaki berdasarkan pada jarak tempuh lebih membakar banyak kalori daripada berdasar pada waktu.

Orang-orang yang berjalan kaki berdasarkan jarak tempuh lebih mampu untuk membakar kalori dengan cepat.

Sementara mereka yang berjalan kaki berdasarkan waktu tempuh justru kadang bisa menambah kalori dalam tubuh.

Hal ini karena orang-orang memiliki estimasi yang berlebihan kala berjalan kaki berdasarkan pada waktu tempuh.

Prediksi mereka tentang jumlah kalori yang terbakar kadang lebih banyak dari yang semestinya.

Akibatnya, orang-orang yang mengukur jalan kaki mereka berdasarkan pada waktu seringkali makan terlalu banyak.

Hal ini alih-alih menyebabkan pembakaran kalori, justru menambah berat badan.

Jalan kaki yang diukur melalui waktu tempuh juga diragukan intensitasnya.

Bisa jadi, intensitas kala berjalan selama 20 menit masih naik dan turun.

Sementara intensitas jalan kaki dengan jarak tempuh lebih bisa terjaga.

Estimasi kalori kala jalan kaki dalam jarak jauh juga biasanya jarang meleset.

Untuk itu, jarak menjadi elemen yang krusial kala berjalan kaki.

Agar mendapat manfaat yang maksimal, maka sesorang wajib berjalan kaki sebanyak 10.000 langkah setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *