Latihan pernafasan ternyata begitu krusial untuk menghadapi masalah-masalah yang terjadi si tengah olahraga lari.

Para pelari sering merasa kelelahan atau lebih buruknya, kram, saat melakukan olahraga ini.

Cara termudah dalam mengatasi hal ini jelas berhenti berlari dan tak finis di garis akhir.

Namun, para pelari seharusnya tak mudah menyerah untuk mengatasi masalah ini.

Dengan latihan pernafasan yang rutin, masalah-masalah di tengah lari sangat bisa diselesaikan.

Sayangnya, para pelari masih jarang melakukan latihan pernafasan secara rutin.

Padahal menurut psikolog spesialis olahraga asal Amerika Serikat, Kristin Keim, latihan pernafasan yang rutin akan meningkatkan ketahanan tubuh saat lari.

Menjelang lari, apalagi dalam perlombaan, detak jantung dan tekanan darah akan meningkat.

Hal ini menyebabkan para pelari jadi mudah berkeringat dan susah bernafas melalui dada dan paru-paru.

Namun tak usah panik, para pelari cukup fokus untuk bisa bernafas melalui diafragma.

Tentu, hal ini bisa dilakukan secara lancar dengan latihan yang rutin sebelumnya.

Susunan tukang di sekitar diafragma membuat teknis nafas ini lebih memberikan kekuatan kepada pelari.

Untuk itu, latihan bernafas melalui diafragma merupakan kewajiban para pelari demu kelancaran saat olahraga biasa maupun perlombaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *