Olahraga lari marathon memang positif bagi kesehatan namun bukan berarti tidak ada risiko sama sekali. Sangat penting buat pelari terutama yang masih amatir melakukan rangkaian persiapan penting baik fisik maupun teknis jika tak ingin mengalami risiko dalam lari marathon.

Apa saja risiko lari marathon yang mungkin terjadi seperti dikutip Hellosehat.com?

1. Kram

Kram adalah hal yang cukup umum dalam olahraga lari. Kram adalah akibat dari penggunaan otot yang berlebihan sehingga otot mengalami kontraksi yang tidak seharusnya terjadi.

Ketika kram menyerang, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menarik napas dalam-dalam, tetap tenang, duduk, dan mulai lakukan peregangan.

Peregangan telah terbukti cukup efektif untuk menghilangkan kram. Latihan peregangan yang sederhana sebenarnya cukup karena yang harus Anda lakukan hanyalah menjaga area kram tetap dalam posisi diregangkan selama sekitar 3 sampai 5 menit.

Ketika kram menghampiri di lintasan, Anda punya dua pilihan: mundur dari lomba lari atau mulai lari kembali secara perlahan. Tapi satu yang pasti, meneruskan berlari dengan intensitas dan kecepatan yang sama dengan sebelumnya tentu saja adalah ide yang buruk.

2. Kerusakan sendi

Sendi cukup rentan karena berfungsi sebagai bagian mendasar untuk berlari. Saat lari, tubuh menjejak tanah melalui sendi.

Dengan kata lain, sendi sering tertimpa, yang memicu cedera lutut. Pria diperkirakan lebih berisiko daripada wanita karena berat badan mereka seringkali lebih besar.

Untuk menghindari kerusakan sendi, pilih-pilih tempat larinya. Amati permukaan tanahnya. Tempat yang datar atau lunak seperti track cinder, boardwalk, rumput atau track tanah membantu mengurangi daya bentur daripada berlari di aspal.

Jika Anda merasa lutut Anda bermasalah, menghentikan lomba dan mencari bantuan medis adalah satu-satunya pilihan. Memaksakan diri Anda hanya akan memperburuk situasi.

Selain itu, pertimbangkan berat badan Anda sebelum lari karena orang yang kelebihan berat badan bisa lebih berisiko untuk terkena cedera.

3. Henti jantung

Risiko marathon yang paling berbahaya adalah cardiac arrest, alias henti jantung. Henti jantung adalah suatu kondisi fatal di mana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba karena gangguan gaya listrik pada otot jantung, sehingga jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan memicu aritmia.

Orang dengan riwayat keluarga masalah jantung atau kolesterol tinggi risikonya lebih tinggi untuk mengalami henti jantung. Secara teknis, terkena henti jantung berarti Anda tidak bisa melakukan apapun kecuali meminta pertolongan.

Maka dari itu, sesuaikan diri pada sesi latihan yang tepat dan juga mendapatkan persetujuan dari dokter. Selalu waspadalah terhadap kemampuan tubuh Anda dan jangan coba untuk melebihinya.

Di kebanyakan waktu, olahraga lari adalah momen damai dimana Anda bisa santai, memikirkan kehidupan, mengenal diri sendiri lebih baik, dan mempersiapkan diri untuk hari-hari mendatang yang dipenuhi kesibukan.

Semuanya akan baik-baik saja selama Anda mengikuti prosedur lari yang umum seperti peregangan, pemanasandengan benar, atau menyesuaikan diri secara perlahan pada kecepatan lari yang Anda inginkan. Namun, saat mengalami kejadian buruk, yang bisa Anda lakukan hanyalah tetap tenang, menilai situasi, dan mengatasinya dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *