Pernah membayangkan berlari di Kutub Utara? Jangan, Itu berat, biar Fedi saja. Yudiana Dian Fianto atau lebih dikenal dengan Fedi Fianto baru saja menamatkan ajang lomba lari marathon di FWD North Pole Marathon 2018 hari ini (16/4/2018).

Fedi adalah pria ke-26 yang berhasil menembus garis finis di FWD North Pole Marathon tahun ini dengan catatan waktu 7:48:19 26. Dengan demikian, Fedi telah berhasil sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil berlari di kompetisi lari marathon wilayah Kutub Utara.

IRONMAN YANG BERJIWA PETUALANG

Untuk dapat berlari di atas es dengan suhu sekitar minus 40 hingga minus 50 derajat celcius bukan hal yang dapat dilakukan dengan modal nekat. Jika kamu berpikir jadi tertarik berlari di sana hanya karena iseng-iseng, mari dipikir ulang.

Sulit membandingkan diri dengan pria ini. Fedi memang dikenal sebagai pecinta olahraga Triathlon yang sudah mengikuti kategori jarak Ironman. Tapi jauh sebelumnya, Fedi memang sudah hobi melakukan olahraga yang menantang.

“Sebelum triathlon memang hobi saya adventure, baik Montaineering, Rock Climbing, Scuna Diving (PADI Divemaster).” Ujar Fedi dalam sesi wawancara jarak jauh via Whatsapp.

Untuk berlari, memang sudah sering dilakukan dari masa kuliah. Sayangnya, saat mulai bekerja terpaksa harus terhenti. Tapi di tahun 2012, akhirnya mulai rutin berlari kembali.

Sampai akhirnya turun ke dunia triathlon pun punya cerita sendiri. Awal Menjajal cabang olahraga triathlon terkait ke hobi berpetualangnya. Fedi ingin meningkatkan stamina dengan target utama melakukan ekspedisi di Himalaya.

Fedi juga seorang yang memiliki tubuh mudah beradaptasi. Mungkin karena hobi berpetualangnya ini untuk melihat dan datang ke tempat baru yang eksotik. Tempat eksotik yang dingin seperti  Himalaya dan Iceland adalah tujuan yang sangat diidamkan dan ini yang membuatnya tertarik mengikuti FWD North Pole Marathon.

PERSIAPAN LARI MARATHON DI KUTUB UTARA

Dalam mengikuti race, tidak ada yang dapat membantu kita selain diri kita sendiri. Fedi pun sangat paham bahwa persiapan itu kunci utamanya. Ada tiga yang utama: Latihan: Nutrisi, dan Perlengkapan.

Latihan

Persiapan yang dilakukan seperti melakukan program latihan lari pada umumnya, yaitu interval, tempo, dan long run. Akan tetapi ada penambahan khusus di bagian latihan penguatan karena medan rute lomba yang terdiri dari permukaan es.

Permukaan es yang dilapisi salju halus membuat kondisi jalan lebih licin dan sulit untuk melakukan olahraga lari. Dalam menghadapi medan yang licin, power yang digunakan pun akan lebih dibandingkan berlari di jalan aspal biasa, jadi latihan pengatan otot harus ditambah dari biasanya.

Nutrisi

Strategi nutrisi yang dilakukan Fedi untuk lari marathon di Kutub Utara lumayan berbeda dari biasanya. Kali ini memperbanyak protein dan lemak sehat.

Karena ingin meningkatkan massa otot, Fedi mengutaman konsumsi protein. Otot ini lah yang mejadi sumber panas tubuh. Dan untuk mempertahankan panas yang sudah dihasilkan memerlukan bantuan lemak.

Perlengkapan

Outfit yang dipakai harus suportif. Karena mesti berlari di atas lapisan es yang bersalju dengan tingkat kedinginan di atas rata-rata, jadi dari atas sampai bawah sudah dipersiapkan dengan matang.

Sepatu yang digunakan adalah jenis obstacle race. Baju dan celana terdiri dari 3 lapisan: inner morino wool, middle ultralight down, outer wind breaker bernahan goretex. Untuk bagian kepala memakai balaclava dan snow goggle.

BERLARI UNTUK TUJUAN SOSIAL

Fedi membagikan cerita perjalanannya di akun Instagram pribadinya, yaitu @gapaitinggi. Pelari yang juga pemilik blog pribadi gapaitinggi.com ini menuliskan tujuannya mengikuti North Pole Marathon. Misi mulianya adalah untuk mengumpulkan donasi bagi rekan atlet disabilitas intelektual yang akan bertanding di Pornas pekanbaru, Riau, bulan Juli 2018 nanti. Jadi diharapkan teman-teman pembaca dan yang mengikuti tergerak untuk berdonasi melalui www.kitabisa.com/specialolympics.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *