Jakarta Marathon hadir dengan nama dan konsep baru, yaitu Electric Jakarta Marathon. Dan event ini memberi warna baru pada marathon di Jakarta. Nah, apa saja “warna baru” di event ini?

#1 Rute baru yang sangat menyenangkan

Semua peserta, mulai dari peserta 5K, 10k, Half marathon dan Full marathon memuji abis jalur yang disiapkan oleh Electric Jakarta Marathon. Memang di beberapa tempat masih masuk ke dalam kategori tidak steril, namun jalur yang dipilih sangat menyenangkan.

Berawal dari kompleks GBK dan berakhir juga di tempat yang sama, dan berlanjut di sekitaran kawasan car free day yang sangat familiar dan hanya beberapa jalur lain harus berdampingan dengan pengendara, membuat Electrik Jakarta Marathon menjadi Jakarta Marathon dengan jalur terbaik dari yang sebelum-sebelumnya.

Ada rute baru di Jakarta Marathon, yakni melewati kawasan Kota Tua, Fatahilah Square, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional.

Untuk kategori full marathon sendiri melewati jalan-jalan besar di Jakarta, yakni Gerbang Pemuda, Gatot Subroto, Gajah Mada, Lapangan Banteng Utara, Pangeran Diponegoro, Kuningan Mulia, hingga Rasuna Said. Karena hal tersebut pihak Jakarta Marathon juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian mengenai rekayasa lalu lintas.

Perbaikan itu nyata dan bisa diacungi jempol, nggak sia-sia ada 800 marshal yang dikerahkan, belum termasuk polisi dan petugas PP yang juga ikut menjaga keamanan.

#2 Cuaca yang sangat bersahabat

Walau sempat khawatir hujan, karena awan yang menggulung sangat tebal, ternyata Electric Jakarta Marathon malah menjadi salah satu ajang lari yang paling ramah. Cuaca dingin dinilai sangat bersahabat malah membuat lari menjadi sangat nyaman dan menyenangkan bagi para pesertanya. Apalagi dengan waktu yang diadakan lebih pagi dari biasanya dengan jeda waktu hanya 15-30 menit dari setiap kategori.

Full marathon misalnya, dilaksanakan langsung pada pukul 5 pagi ketika langit masih gelap. Half marathon juga masih 15 menit kemudian. Kategori 10 k tepat di pukul 5.30 dan terakhir 5K di pukul 5.45.

Udara gelap yang dingin malah sepertinya menguntungkan peserta, mengingat Jakarta bisa menjadi sangat jahat pada para pelari kalau matahari sudah memanas. Namun, tidak pada saat Electric Jakarta Marathon kali ini.

#3 Banyaknya support dari komunitas pendukung

Seperti biasa, di sepanjang jalan, sepanjang rute full marathon dan half marathon, ada teman-teman yang berasal dari berbagai komunitas, mendukung teman-temannya yang berlari. Sepertinya memang Jakarta Marathon yang kali ini sudah berubah namanya menjadi Electric Jakarta Marathon, tetap memiliki ciri khasnya yang unik, yaitu dukungan independen dari teman-teman komunitas.

Mulai dari teman-teman yang menyediakan spanduk lucu, maupun cheering, sudah menjadi ciri khas unik yang tidak dimiliki marathon lain. Dan ini justru menunjukkan adanya kedekatan dan solidaritas sesama pelari yang tidak ada di komunitas lain.

#4 Diikuti oleh 12,500 peserta

Electric Jakarta Marathon kali ini diikuti oleh 12,500 peserta yang terbagi menjadi 5 kategori. Dan tentunya, ada juga pelari-pelari dari manca negara yang juga ikut berpartisipasi.

Kategori lain yang berbeda adalah kategori Z, yaitu untuk anak-anak. Tapi salah satu yang juga unik adalah, adanya bebeapa ibu-ibu dan bapak-bapak yang berlari sambil mendorong stroller dengan bayi mereka, di kategori 5K ini.

#5 Dukungan dari PLN dan BRI

Kalau sebelumnya Jakarta Marathon didukung penuh oleh Bank Mandiri, kali ini PLN dan BRI yang menjadi sponsor utama. Oleh sebab itulah maka warna yang ditawarkan juga berbeda.

Belajar dari pengalaman yang lalu-lalu, Electric Jakarta Marathon mampu memberikan kesan yang baik, sehingga Jakarta bisa menjadi tuan rumah kembali untuk marathon, sehingga hal ini menjadi suatu kebanggaan pula.

Untuk teman-teman pencinta lari, tentunya ada kerinduan tersendiri untuk menjadikan Jakarta kota yang ramah untuk pelari. Dan Jakarta marathon jelas bisa membuat teman-teman pelari Jakarta bisa bangga dan kembali antusias, untuk mengikuti race marathon di Jakarta.

Kalau selama ini lari marathon favorit ada di kota lain atau negara lain, Electrik Jakarta Marathon yang membawa warna baru kali ini, dipastikan bisa bersaing dengan marathon di kota lain.

Fioney Sofyan, S. Ked., RFA
A financial enthusiast who loves writing and running, and dreaming one day can participate in 6 World Marathon Major

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *