Menumpuknya pekerjaan di kantor tak jarang menuntut kita untuk terjaga sampai malam atau bahkan dini hari. Pada pagi harinya, kita harus kembali beraktivitas.

Padahal, tubuh memerlukan tidur berkualitas selama 7-9 jam tiap malam.

Hal tersebut lantas menjadi problema bagi anda yang hobi lari pagi namun kekurangan waktu tidur.

Sebuah penelitian mengungkapkan korelasi antara kurangnya jam tidur dengan performa berlari.

Ulasan tahun 2007 oleh Thomas Reilly dan Ben Edwards di Research Institute for Sport and Exercise Sciences, Liverpool John Moores University, Inggris, menggabungkan beberapa studi ini dan membantu kita mengerti sedikit banyak tentang masalah kekurangan tidur pada atlet.

Thomas Reilly dan Ben Edwards menyisir berbagai studi tentang performa olahraga setelah periode terjaga cukup lama dan kekurangan tidur selama beberapa malam.

Ternyata, atlet yang kurang tidur berbuat lebih banyak kesalahan, mengambil keputusan taktis yang tidak tepat, dan lebih mudah lelah dalam pengulangan sesi latihan seperti beberapa set latihan angkat beban.

Namun yang menarik adalah penanda fisiologis untuk performa dalam bidang endurance sport terlihat stabil. Contohnya, kebutuhan oksigen dalam berbagai tingkat kecepatan ketika melakukan tes treadmill tidak menunjukan adanya pengaruh signifikan dari beberapa malam kekurangan tidur.

Walaupun ulasan Thomas Reilly dan Ben Edwards menemukan bahwa tubuh dapat berfungsi secara fisiologis di level yang sama terlepas dari kekurangan atau cukup tidur, ternyata tubuh tidak menyukai keadaan kurang tidur.

Jadi, meskipun tubuh tidak membutuhkan ekstra oksigen saat berlari dalam keadaan letih, secara persepsi tubuh akan merasa bahwa kamu bekerja jauh lebih keras dibanding bila kamu mengalami tidur yang cukup.

Hal itulah yang menyebabkan kenapa berlari dengan keadaan kurang tidur terasa sangat sulit – kemampuan fisik tidak diimbangi dengan kesiapan otak dan sistem syaraf.

Thomas Reilly dan Ben Edwards menyimpulkan ini disebabkan karena otak dan sistem syaraf adalah struktur biologis yang paling membutuhkan tidur. Jantung, paru-paru, dan kaki dapat tetap berfungsi maksimal dalam keadaan kurang tidur, sedangkan otak dan sistem syaraf akan menjadi lelah dan lesu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *