Olahraga memang menyehatkan dan mengasyikkan. Namun, tak jarang muncul nyeri otot setelah latihan.

Rasa nyeri, atau dikenal sebagai DOMS atau delayed onset muscle soreness, terjadi karena serat otot rusak akibat melakukan gerakan terlalu berat. Otot mengalami stress.

Sebuah pertanyaan pun muncul. Ketika otot masih terasa nyeri, bolehkah kita tetap melakukan aktivitas fisik?

Menurut Tim Rich, manajer pelatih pribadi di pusat kebugaran Crunch, kita tetap boleh melakukan olahraga walau otot masih terasa nyeri.

Dengan catatan, jangan konsumsi obat penghilang rasa sakit.

Tidak dianjurkan meminum obat penghilang rasa sakit agar kita dapat memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap latihan. Bila nyeri menjadi lebih sakit, berarti Anda harus mengurangi intensitas latihan.

“Jangan ‘menutupi’ apa yang ingin tubuh Anda sampaikan tentang kondisinya,” kata Rich seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat nyeri otot melanda, pilihlah olahraga yang lebih ringan. Sebagai contoh, bila otot kaki yang terasa nyeri, Anda bisa beralih ke jenis olahraga yang melatih kekuatan tangan, begitu juga sebaliknya.

Rich juga menyarankan untuk segera menghentikan aktivitas olahraga ketika sakit terasa seperti sensasi terbakar. Jika diteruskan, maka akan menimbulkan efek yang lebih buruk buat tubuh.

Jika Anda mengalami nyeri otot abnormal, lebih baik berkonsultasi ke dokter untuk menentukan jenis olahraga maupun gerakan yang tepat.

Bukan cuma itu, asupan pun perlu dijaga agar tubuh bisa pulih lebih cepat dari rasa nyeri otot.

Memakan beberapa jenis protein setelah Anda berolahraga sangat disarankan. Ini akan membantu Anda membangun lebih banyak otot dari waktu ke waktu.

Sebuah studi menunjukkan bahwa minuman atau makanan yang mengandung protein membantu penurunan nyeri otot dibandingkan dengan makanan atau minuman dengan kandungan karbohidrat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *