Di dunia olahraga, fisik bukan halangan untuk meraih prestasi. Sejumlah atlet difabel Indonesia sudah membuktikannya.

Sebagai contoh, kontingen Tanah Air pada ASEAN Para Games 2017 di Malaysia.

Indonesia maju sebagai juara umum setelah mengumpulkan 126 emas, 75 perak, dan 50 perunggu.

Atlet renang, Guntur, menjadi salah satu penyumbang emas.

Pria asal Kalimantan Timur itu mengantongi lima medali emas serta memecahkan empat rekor.

Salah satunya, ia mencatatkan waktu 36,78 detik ketika tampil di nomor 50 meter gaya dada SB8 putra untuk mengalahkan rekor milik Nguyen Vuong asal Myanmar (37,33 detik).

“Ini Maha karya Tuhan. Saya mungkin tak berada di sini jika kondisi fisik saya utuh,” ungkap Guntur usai meraih medali emas 100 meter gaya dada.

Sejatinya profesi Guntur adalah Nelayan. Tangannya harus diamputasi karena terkena mesin kapal.

Namun, ia menolak menyerah pada keadaan.

Guntur terus berlatih hingga akhirnya sekarang menjadi atlet berprestasi yang membanggakan Indonesia.

Terbukit, keterbatasan fisik tidak membelenggu Guntur untuk berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *