Kelas sepeda RPM mungkin kelihatan seperti naik sepeda di luar ruangan atau naik sepeda stasioner. Tetapi, dalam banyak hal RPM atau spinning class adalah olahraga intens. Mungkin termasuk olahraga yang mudah membuat pelakunya kebablasan.

Tak ada banyak istirahat di kelas sepeda itu. “Ketika kita naik sepeda di luar ruangan, kita harus waspada dengan bahaya seperti mobil yang melintas. Kita harus pelan berkali-kali,” kata Dr Maureen Brogan, asisten profesor kedokteran di New York Medical College yang melakukan riset terhadap kelas sepeda itu.

Khusus bagi Anda yang baru pertama naik sepeda di jalan raya, butuh waktu beberapa lama sebelum merasa nyaman menggenjot sepeda menempuh jarak jauh. Beda dengan kelas RPM di mana peserta pemula dapat naik dan menggenjot dengan keras sejak pertama kali.

Studio spinning populer seperti Flywheel dan SoulCycle di Amerika Serikat memiliki klip yang menempelkan kaki ke pedal sepeda stasioner. Kombinasi musik menggelegar, instruktur penuh semangat dan suasana enerjik di kelas, cepat menghanyutkan peserta untuk larut dalam olahraga intensif serta membakar banyak kalori sekaligus.

“Otot-otot yang digunakan dalam sepeda statis, yaitu gluteus maximus dan kuadrisep adalah yang terbesar di seluruh tubuh. Dengan begitu, kita menggunakan banyak energi,” ujar Brogan. Diperkirakan satu sesi kelas sepeda itu membakar sekitar 600 kalori atau lebih.

Hal ini menempatkan kelas spinning di daftar teratas olahraga intensitas tinggi. Sebuah studi dari Swedia menemukan bahwa satu jam kelas sepeda itu cukup memicu keluarnya kimiawi tubuh yang berhubungan dengan stres jantung. Kedengarannya mungkin berbahaya, biomarker ini merupakan sinyal bahwa jantung mendapatkan olahraga yang cukup baik.

“Penemuan jenis ini juga ditemukan dalam olahraga panjang seperti lari marathon,” kata peneliti Dr Smita Dutta Roy dari Sahlgrenska University Hospital di Swedia seperti dikutip Kompas.com.

Masih dibutuhkan riset untuk menelaah risiko dan manfaat dari olahraga intensitas tinggi ini. Ia mengatakan, beberapa perubahan biomarker yang diobservasi timnya itu dapat menyebabkan perbaikan dan pembaruan pembuluh darah baru.

“Hal itu pun membantu memperbaiki komposisi tubuh, menurunkan massa lemak dan menurunkan tekanan darah dan kolesterol,” kata Jinger Gottschall, associate profesor kinesiologi dari Penn State University.

Beberapa dari risetnya membuktikan bahwa kelas sepeda intensitas tinggi dapat meningkatkan kadar kebugaran bahkan pada atlet terlatih. “Dalam setiap studi yang kami lakukan, kami melihat peningkatan kapasitas jantung dan paru-paru,” katanya.

Ia menyebut kelas spinning merupakan olahraga kardio optimal dan menyebut kita mendapatkan semua intensitas dari treadmill dan stair climber tanpa benturan dari kelas sepeda itu.

Bahaya berlebihan

Benturan rendah (low impact) dari kelas sepeda membuatnya bagus untuk orang dewasa tua atau orang yang memulihkan diri dari cedera ortopedi. “Karena Anda dapat mengatur resistensi, menjaga kecepatan sedang dan intensitas saat menggenjot, kelas ini terbuka bagi banyak orang untuk ikut serta,” katanya.

Tetapi mudah pula bagi orang yang baru di kelas itu untuk olahraga berlebihan. “Jika belum terbiasa dengan olahraga keras, atau olahraga yang memakai otot-otot besar di tubuh bagian bawah, Anda dapat berlebihan,” kata Brogan.

Efek dari melakukan latihan ini secara berlebihan adalah kaki bengkak atau susah berjalan. Biasanya terjadi sehari atau dua hari setelah kelas sepeda.

Olahraga berlebihan mungkin saja terjadi dalam segala jenis olahraga. Risiko selama olahraga sepeda spinning ini mungkin lebih tinggi, khususnya ketika peserta kehilangan seliter cairan tubuh selama olahraga satu jam itu.

Bahkan pada seorang atlet terlatih, ada bukti bahwa spinning sering menyebabkan masalah. Studi dalam Journal of Strength and Conditioning Research menyimpulkan bahwa kelas sepeda itu mungkin menekan kita melampau ambang batas olahraga yang bermanfaat.

“Jika sepeda dalam ruangan digunakan sebagai aktivitas latihan setiap hari, mungkin intensitas keseluruhan akan tinggi dan mungkin menyebabkan nonfunctional overreaching,” kata peneliti.

Nonfunction overreaching adalah bahasa kedokteran olahraga untuk olahraga yang begitu keras sehingga menyebabkan keletihan dan penurunan kinerja, bukannya peningkatan kebugaran.

Secara keseluruhan spinning adalah olahraga luar biasa. Jika belum pernah mencoba, Anda harus mencoba kecepatan pelan terlebih dulu dan memberi waktu bagi otot untuk beradaptasi.

Bahkan ketika sudah jadi atlet berpengalaman pun, menekan diri sendiri melampaui batas kemampuan pertama atau kedua kali di kelas sepeda dapat berisiko. Ketika sudah memiliki kaki pesepeda pun, olahraga spinning setiap hari masih melelahkan.

Untuk Anda yang mencari olahraga intensitas tinggi dua atau tiga kali seminggu dan harus menjauhi lari atau jenis olahraga yang melukai persendian, spinning adalah pilihan ideal untuk menjaga kesehatan jantung dan seluruh tubuh.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *