Lari adalah sebuah cabang olahraga yang relatif aman dan gampang untuk dilakukan. Cukup dengan berbekal kaos, celana dan sepatu lari, siapa pun sudah bisa melakukan olahraga ini. Ada banyak manfaat dari berlari, seperti meningkatkan kesehatan jantung, membakar lemak, menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah, serta mengurangi stres.

Ditambahkan juga oleh Dr. Rugun Tobing, dalam seminar “Doctor to Runner: Run to be Healthy” pada 19 Agustus 2017 lalu, secara statistik berlari tidak meningkatkan angka kejadian serangan jantung atau kondisi lain yang mengancam jiwa.

Pentingnya medical check-up (MCU)

Namun ternyata bagi orang yang ingin memulai olahraga lari atau sudah lama vakum, penting untuk memastikan bahwa kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Bagaimana caranya? Melalui medical check-up.

Kondisi yang memerlukan MCU

Dr. Rugun membagikan beberapa patokan mengenai kondisi apa saja yang membuat kita sebaiknya melakukan MCU sebelum mulai berlari (berdasarkan rekomendasi American Collage of Sport Medicine):

  • Berusia 35 tahun atau lebih.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung di keluarga pada usia di bawah 60 tahun.
  • Merokok atau baru berhenti merokok dalam 6 bulan.
  • Tidak berolahraga teratur minimal 4 hari / minggu selama 30 menit / hari.
  • Kelebihan berat badan / obesitas.
  • Menderita hipertensi / hyperlipidemia.
  • Menderita diabetes tipe 1 atau 2 atau prediabetik.
  • Sudah berhenti berolahraga 1 tahun atau lebih.

Selain itu ada juga faktor risiko lain yang harus diperhatikan dan menjadi perhatian untuk melakukan MCU, seperti penyakit kardiovaskular, riwayat cidera, riwayat nyeri kronis, riwayat penyakit pada paru-paru (asma), masalah di tulang dan sendi, kelainan ginjal, riwayat kanker, serta kelainan atau penyakit neurologis.

Hal yang bisa didiskusikan pelari saat MCU

MCU yang dilakukan sebaiknya meliputi exercise stress test (treadmill) dan dilakukan secara teratur minimal 1 kali setiap tahunnya.

Setelah itu, pelari diharapkan dapat mengetahui:

  • Program lari dan target yang sesuai.
  • Pengaruh lari terhadap kondisi kesehatan / penyakit yang sudah diderita saat ini.
  • Masalah kesehatan yang mungkin dapat terjadi.

Sehingga secara keseluruhan melalui MCU diharapkan kita bisa mengidentifikasi berbagai faktor risiko jika berlari sehingga olahraga lari bisa dilakukan dengan optimal dana man.

Kondisi yang mengharuskan olahraga dihentikan / dikurangi

Dr. Rugun juga menyampaikan bahwa ada beberapa kondisi yang mengharuskan kita menghentikan atau mengurangi olahraga, antara lain:

  • Masa kehamilan
  • Kondisi tubuh kurang sehat (temporary illness)
  • Perubahan status kesehatan karena kondisi-kondisi lain
  • Sedang mengkonsumsi obat yang dapat menyebabkan pusing / mengantuk.

How to start?

Setelah MCU dilakukan dan status kesehatan menunjukkan bahwa kita bisa mulai berolahraga, maka mulailah berlari dengan mengikuti beberapa tahapan. Tahapan pertama tentunya mulailah berolahraga dengan santai dan tingkatkan progres secara perlahan. Jangan terburu-buru memaksa tubuh melahap program atau target berlari yang berat.

Jangan lupa menggunakan pakaian dan sepatu lari yang sesuai. Lakukan gerakan pemanasan dan pendinginan, serta perhatikan cara berlari yang baik agar meminimalisir kemungkinan terjadinya cedera.

Jangan lupa, beristirahatlah yang cukup serta atur pola makan yang sehat. Lakukan juga cross training untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tubuh.

Sumber: Quotefancy

 

Image: https://d2ebzu6go672f3.cloudfront.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *