Beberapa orang meragukan berenang efektif dalam pembakaran kalori. Akan tetapi banyak yang mengandalkan renang karena selain membakar kalori, berenang itu menyenangkan. Walaupun berenang terasa lebih ringan dibanding latihan endurance lainnya, tetap ada hitungan kalori yang terbakar.

Kalau target kamu adalah menurunkan berat badan, berjalan mengelilingi kolam renang lebih banyak membakar kalori dibandingkan berenang. Tapi berenang tentu memiliki efek yang lebih menyenangkan, kan?

Selain itu memberi penekanan yang lebih rendah terhadap otot dan persendian dibanding latihan kardio lainnya. Lebih minim rasa sakit.

Berenang juga cocok untuk yang sedang mengalami masalah-masalah di area tubuhnya, seperti punggung bawah dan lutut. Atlet terkadang mengalami cedera karena efek latihan dan biasanya memasukan berenang dalam masa recovery-nya. Jangan lupa, berenang tetap melatih otot dan membantu tubuh untuk membakar kalori.

Menghitung jumlah kalori yang terbakar saat berenang

Ada beberapa variable yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berenang. Berat badan dan metabolisme seseorang adalah bagiannya. Buat kamu yang memiliki berat badan yang lebih jangan pesimis dulu, karena justru semakin berat beban tubuh kita maka semakin besar juga jumlah kalori yang terbakar.

Faktor lainnya adalah metabolisme. Cukup sulit untuk mengukur besaran metabolisme tiap individu, dan angka ini berdasarkan dari Basal Metabolic Rate (BMR), yang merupakan tingkat dasar di mana tubuh mengkonsumsi kalori untuk fungsi metabolisme dasar, seperti mempertahankan suhu internal, memperbaiki sel, memompa darah, powering otot saat istirahat, dan lainnya.

Dengan kata lain, hal ini merupakan tingkat di mana tubuh mengonsumsi kalori saat istirahat. Dan angka ini berbeda untuk tiap individunya.

Di laman Nutristrategy terdapat estimasi berat kalori yang terbakar berdasarkan data penelitian dari American College Sports Medicine. Perhitungan ini berdasarkan bukan berdasarkan total jarak yang ditempuh oleh atlet, tetapi dari perhitungan aktivitas berenang selama 1 jam.

Untuk berenang dengan gaya bebas selama 1 jam, inilah jumlah kalori yang terbakar:

  • Berat badan 60kg: Berenang cepat membakar 590, berenang lebih lambat membakar 413 kalori.
  • Berat badan 70kg: Berenang cepat membakar 704 kalori, berenang lebih lambat membakar 493 kalori.
  • Berat badan 80kg: Berenang cepat membakar 817 kalori, berenang lebih lambat membakar 572 kalori.
  • Berat badan 90kg: Berenang cepat membakar 931 kalori, berenang lebih lambat membakar 651 kalori.

Perkiraan tersebut tidak hanya berlaku untuk gaya bebas. Secara umum, pada saat melakukan gaya punggung perenang akan membakar jumlah kalori yang sama dengan menggunakan gaya bebas dengan kecepatan yang lebih lambat.

Berenang gaya dada selama 1 jam akan membakar jumlah kalori yang sama dengan melakukan gaya bebas dengan cepat.

Apakah kamu bisa berenang dengan gaya kupu-kupu? Kalau memang iya dan ingin membakar kalori yang lebih banyak boleh berlatih dengan melakukan gerakan ini. Berenang  gaya kupu-kupu selama 1 jam membakar sekitar 649 kalori untuk seseorang yang memiliki berat badan 60kg dan 1.024 kalori untuk seseorang yang memiliki berat badan 90kg.

Olahraga terbaik dalam membakar kalori

Berlari masih menjadi jagoan olahraga endurance dalam hal pembakaran kalori. Dilansir dari laman Active, berlari selama 1 jam dengan pace 5:30/km mampu membakar 649-1,024 kalori. Tentunya tergantung dari berat badan masing-masing. Kecepatan juga mempengaruhi jumlah pembakaran kalori, jadi semakin cepat kita berlari maka semakin banyak jumlah kalori yang dibakar.

Sekarang kita lakukan perbandingannya dengan bersepeda. Untuk aktivitas selama 1 jam dengan kecepatan 25km/jam akan membakar sekitar 590-931 kalori, bergantung dari berat badan individunya.

Berenang memang masih kalah dengan lari dan bersepeda dalam hal jumlah pembakaran kalori. Tapi dengan teknik berenang yang tepat, latihan bisa lebih efektif dan jumlah kalori yang terbakar lebuh banyak.

Untuk mendapatkan teknik yang tepat bisa dipelajari dari video streaming atau lebih baik lagi dengan menggunakan pelatih. Jika teknik dasarnya tidak tepat maka kita akan mudah merasa lelah dan sulit menempuh jarak yang panjang. Latihan kita menjadi kurang efektif.

Untuk efek yang lebih baik, kombinasikan dengan latihan endurance yang lain. Jika berlari terasa terlalu berat, kamu bisa pilih berjalan kaki. Tapi dilakukan dengan konsiten. Yang terpenting adalah jika kamu memang menyukainya: lakukan lah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *