Masih terasa duka cita atas kepulangan Andi Nursaiful (Ipul), pelari yang meninggal dunia setelah terjatuh dan tidak sadarkan diri dalam gelaran Bromo-Tengger-Semeru Ultra Run 100 di Jawa Timur, Sabtu (4/111/2017) lalu. Pada ajang lari Ultra Trail tersebut, Ipul mengikuti lomba dengan jarak 70 km, namun sayangnya kemalangan terjadi di kilometer 18.
Berdasarkan release yang dikeluarkan PATAGA INDONESIA (Kumpulan Pendaki Gunung dan Jelajah Alam), Ipul dikenal dengan sosok yang mencintai alam bebas dan berpetualang. Berada di sekitar alam bebas tentu bukan hal baru, karena kegiatannya di alam bebas sudah sekitar 30 tahun, sejak SMA.

Dede SR, Sekjen Pataga Indonesia, menyatakan bahwa rekam jejak ipul sebagai pegiat alam bebas dikenal tidak hanya sejak SMA dan di internal Pataga Indonesia saja, melainkan di di kalangan pegiat alam bebas dan petualangan di Indonesia.

Sekitar tahun 1990, Ipul sudah malang melintang di kompetisi panjat tebing nasional. Di akhir 2016, Ipul tercatat menjejak puncak Gunung Semeru (tertinggi ketiga di Indonesia) dan puncak Gunung Kerinci (tertinggi di Indonesia) dalam rentang waktu seminggu.

BERTEKAD BERLARI HINGGA 14.000 KM

Dari panjat tebing, kini berlari di berbagai alam Indonesia. Meski sudah berusia 48 tahun, Ipul memiliki fisik yang cukup bugar. Hampir di setiap akhir pekan di 2017 dia menjalani berbagai kegiatan lari, dari 5 km sampai 50 km. Bulan Juli 2017 Ipul menyelesaikan dua Ultra Run di Sentul dan Ujung Kulon. Sepanjang Oktober 2017, pria yang juga seorang jurnalis dari pertengahan 1990 mengikuti dua lomba lari dengan jarak 21 km dan lomba lari ultra dengan jarak 50 km.

Ketika masuk ke ruang tamu rumahnya, kita bisa menyaksikan barisan medali dari berbagai lomba lari. Ipul memang memiliki obsesi untuk berlari di seluruh alam Indonesia hingga 14.000 km. Dari target 14.000 km itu, dalam setahun terakhir Ipul sudah mencatat jarak tempuh hampir 1.500 km.

Hingga awal 2018, aktivitas berlari Ipul terbilang padat. Pekan depan, seharusnya Ipul mengikuti Borobudur Run dan pada Desember mendatang Ipul diundang oleh Gubernur NTB Tuan Guru Bajang untuk mengikuti Rinjani Trail Run. Di berbagai ultra run yang diikuti, Ipul masuk kategori master.

Walaupun kita semua berduka, tetapi Ipul meninggalkan dunia di tempat yang sangat dicintainya: alam. Dari alam kembali ke alam. Jiwanya telah pergi dan raga telah kembali ke tanah. Tapi perjalanan dan semangatnya akan tetap dikenang bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *