Apakah Anda berencana membeli sepeda gunung? Jika ya, ketahuilah bahwa desain, frame, bahan dan suspensi sepeda gunung memang dibuat untuk keperluan khusus, sehingga keputusan untuk membelinya bukan sekedar berdasarkan warna dan ukuran.

Pertama-tama cobalah mengunjungi toko-toko sepeda yang menjual banyak jenis dan merk sepeda. Pastikan bahwa penjual atau stafnya adalah orang yang mengerti sepeda. Bertanyalah soal sepeda yang cocok untuk Anda, sekaligus berikan jawaban jujur jika penjual menanyakan kebiasaan Anda bersepeda.

Bila memungkinkan cobalah sebanyak mungkin sepeda dengan jenis yang berbeda sebelum membelinya. Ingat bahwa setiap toko ingin Anda belanja di situ, sehingga mereka akan mencocokkan kebutuhan Anda dengan sepeda yang mereka jual. Oleh karenanya bandingkanlah dengan toko lain, terutama ke tempat di mana banyak pesepeda datang.

Penjual yang benar biasanya akan bertanya: Bagaimana dan di mana Anda akan bersepeda? Untuk pertanyaan ini Anda sebaiknya berterus terang karena jawaban Anda akan menentukan jenis sepeda gunung apa yang cocok.

Anda tidak perlu melebih-lebihkan kemampuan agar terdengar hebat. Kalau Anda tidak terlalu suka bersepeda di jalur menanjak, katakanlah. Atau kalau jalur turunan yang kencang membuat Anda takut, sampaikan juga. Bila Anda tidak yakin dengan jawaban Anda, katakanlah jalur seperti apa yang Anda sukai dan seberapa cepat Anda ingin melaluinya. Hal itu cukup untuk memberi rekomendasi.

Bila Anda benar-benar belum pernah mencoba sepeda gunung sebelumnya, ada baiknya mencari informasi lewat internet atau media lain. Untuk memudahkan pencarian itu, berikut jenis-jenis sepeda gunung yang paling banyak dijual. Yang jelas, kita harus mulai dari pertanyaan: Ke mana dan bagaimana kita akan bersepeda.

Menurut Zack Vestal, marketing manager di pabrikan sepeda Scott, bila Anda adalah pengendara biasa yang tidak berencana bersepeda di jalur yang sulit atau bukan pesepeda yang agresif, maka pilihlah sepeda jenis hard tail, sepeda gunung yang hanya memiliki suspensi depan, tanpa suspensi belakang. Hard tail biasanya menjadi pilihan bagi pengendara pemula atau mereka yang tidak ingin membelanjakan teralu banyak uangnya untuk sepeda.

“Bila Anda belum pernah memiliki sepeda gunung sebelumnya, sepeda hard tail adalah pilihan awal yang baik. Sepeda ini simpel namun tangguh, selain juga harganya terjangkau,” ujar Vestal. “Selain itu hard tail juga masih nyaman digunakan di jalur pedesaan, kampus, atau kota.”

Bila Anda suka berkompetisi dan selalu ingin menjadi yang pertama sampai di puncak bukit atau garis finish, maka pilihan yang tepat adalah sepeda cross country (XC).

“Sepeda XC bobotnya ringan dan kayuhannya efisien sehingga cocok untuk mereka yang suka mendaki atau bersepeda jarak jauh dengan kecepatan tinggi,” kata Vestal. “Meski begitu sepeda ini kurang cocok untuk menuruni jalur curam, sehingga pengendaranya harus memilih jalur yang lebih mudah.”

Para pengguna sepeda XC kebanyakan memilih jenis hard tail karena lebih ringan dan lebih efisien. Namun ada juga yang menggunakan sepeda full suspension, yakni dengan suspensi depan di fork dan suspensi belakang dengan travel yang pas agar bisa melalui turunan lebih cepat, namun tetap bisa mendaki tanpa ngos-ngosan.

Bila Anda bukan penggila kecepatan namun menginginkan sepeda yang memiliki kemampuan seimbang antara tanjakan dan turunan, pilihlah sepeda gunung jenis trail bike.

Sepeda full suspension ini memiliki travel lebih tinggi dari sepeda XC, sehingga lebih nyaman digunakan di jalur turunan atau berbatu. Namun travel itu sekaligus tidak terlalu tinggi sehingga tidak membuatnya terasa berat atau lamban di tanjakan, meski tidak seringan XC.

“Sepeda trail adalah jenis yang paling cocok untuk menanjak sekaligus melalui jalur turunan,” kata Vestal. “Kita masih tetap bisa mengayuhnya ke atas bukit, sekaligus mudah dikendalikan saat menuruninya.”

Jika pilihan Anda adalah mendapatkan adrenalin sekaligus melatih kemampuan aerobik, dan tidak peduli berapa lama Anda harus mendaki bukit, tapi ingin menjadi yang tercepat menuruninya, pilihlahsepeda Enduro.

“Sepeda Enduro biasanya dipilih untuk jalur yang banyak turunan, untuk mereka yang ingin ngebut di jalur seperti itu,” kata Vestal. Sepeda Enduro ini memiliki travel lebih tinggi dibanding sepeda trail atau cross country, sekaligus lebih berat. “Anda masih bisa mengayuhnya di tanjakan, namun perlu usaha lebih keras. Meski begitu, di jalur turunan, sepeda ini bisa melibas medan-medan yang sangat menantang.”

Sebagai pengetahuan, beberapa pabrikan menawarkan sepeda jenis All Mountain yang memiliki travel di antara sepeda Trail dan sepeda Enduro. Seperti namanya, sepeda ini bisa digunakan untuk semua medan bukit dan gunung. Bila Anda menjumpai jenis ini, tanyakanlah apakah sepeda ini cenderung ke Trail atau Enduro.

Selanjutnya, bila Anda pecinta gravitasi dan tidak ingin mengayuh sepeda Anda ke bukit, hanya ingin menuruninya, pilihannya adalah sepeda downhill. Sepeda jenis ini terlalu berat untuk dikayuh di tanjakan sehingga banyak orang membawanya dengan mobil ke atas bukit.

Dengan travel yang lebih tinggi dibanding sepeda jenis lain, downhill dirancang untuk menuruni bukit secepat mungkin, menerabas segala rintangan di depannya. Sepeda ini membuat posisi pengendaranya lebih mendongak dibanding sepeda lain.

Bagi pesepeda pada umumnya, jenis downhill dianggap tidak praktis karena terlalu berat dan bila digunakan di medan selain turunan menjadi tidak nyaman.

Ukuran ban

Kini setelah mengetahui beberapa jenis sepeda gunung, hal lain yang harus diperhatikan adalah ukuran ban. Dahulu ukuran yang lazim adalah 26 inci. Lalu ukuran yang lebih besar muncul, yakni 29 inci. Bagi beberapa orang, ukuran ini dirasa menyulitkan manuver, sehingga muncul ukuran 27,5 inci. Nah, yang terbaru adalah ukuran 27,5+ atau 27,5 inci plus. Masing-masing ukuran ini memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Beberapa merk memilihkan ukuran ban sesuai dengan jenis sepeda yang mereka jual. Kadang-kadang sepeda berukuran besar dipasangi ban ukuran 29 sedangkan yang lebih kecil memakai ban 27,5. Namun ada juga merk yang memberi pilihan pada pembelinya, di mana sebuah sepeda bisa dipasangi berbagai ukuran ban.

Berikut hal yang harus diketahui soal ukuran ban:

Ban 29 inci membuat kayuhan terasa lebih ringan dan ukurannya yang besar menjanjikan laju yang lebih cepat. Ini membuatnya cocok untuk mendaki dan balapan, pilihan yang tepat untuk sepeda XC dan masih nyaman digunakan untuk sepeda Trail.

Ban 27,5 inci lebih cocok untuk pesepeda agresif dan mudah digunakan untuk manuver di jalur-jalur sulit, sehingga kita banyak melihatnya di jenis All Mountain, Enduro, atau Downhill. Ban ini juga lebih kuat dan cocok dipasangkan dengan travel yang lebih panjang.

Ban 27,5+ akan memberi kecepatan seperti ban 29 inci ditambah kemampuan manuver untuk menghadapi medan yang sulit. “Ukuran ini nyaman digunakan untuk semua medan,” kata Vestal. Selain itu, sepeda-sepeda gunung keluaran terbaru merancang agar frame mereka bisa dipasangi ukuran 29 inci atau 27,5+ tanpa mengurangi kemampuan handlingnya.

Bagaimana dengan bahan?

Kebanyakan sepeda gunung dibuat dari bahan aluminium atau karbon. Dan kebanyakan atlet kelas dunia berlomba menggunakan sepeda berbahan karbon. Apakah ini berarti karbon lebih baik? Ternyata tidak selamanya demikian.

Adapun saat kita menyebut aluminium sebagai bahan sepeda, bukan berarti frame itu sepenuhnya dari aluminium, melainkan campuran antara 95 hingga 98 persen aluminium dengan logam lain, sehingga disebut alloy.

Sementara selama ini ada anggapan bahwa sepeda karbon lebih ringan, lebih tidak awet, namun mahal, meski hal itu mulai berubah. Teknologi pengolahan karbon memungkinkan pengerjaannya menjadi lebih murah dan hasilnya lebih kuat dan tahan lama, walau harga rata-ratanya masih di atas alloy.

Karbon bisa dibentuk menjadi lebih halus dibanding aluminium yang menyisakan sambungan las, sehingga tampilan sepeda karbon umumnya lebih halus dan artistik dibanding sepeda alloy.

Lalu mana yang lebih baik? Tidak ada aturan atau ukuran pasti untuk menentukannya karena masing-masing bahan memiliki kecocokan untuk jenis sepeda tertentu. Pada umumnya harga sepeda aluminium lebih murah dibanding karbon, meski ada juga frame aluminium yang lebih mahal dibanding karbon dengan mutu sedang.

Yang jelas bahan karbon lebih ringan. Sehingga bahan ini lebih cocok untuk sepeda yang dipakai mendaki, balapan, atau jalan datar. Sedangkan untuk jalur turunan, bobot sepeda yang terlalu ringan membuatnya tidak nyaman dan serasa terbang.

Soal kekakuan, karbon juga lebih kaku sehingga getaran medan akan lebih terasa hingga stang. Meski begitu, banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk bentuk frame, suspensi, dan ban.

Dalam hal keawetan, perlu disadari bahwa sepeda gunung dipakai untuk keperluan ekstrim. Mereka mendapat “siksaan” sepanjang waktu sehingga suatu saat akan aus dan rusak, walau dalam banyak kejadian pengendaranya “rusak” lebih dahulu daripada sepedanya.

Nah yang harus diperhatikan adalah bahwa aluminium cenderung berubah bentuk sementara karbon akan patah bila rusak. Sepeda aluminium yang berubah bentuk masih bisa dikendarai walau tidak disarankan. Namun karbon yang patah sebaiknya ditinggalkan. Meski begitu, merusakkan frame karbon bukan hal yang mudah kecuali Anda membeli sepeda karbon yang tidak terlalu bagus.

Bagaimana dengan sepeda besi atau baja?

Meski sudah jarang diproduksi, namun sepeda gunung awalnya dibuat dari bahan besi. Kini sedikit saja yang membuat sepeda berbahan ini. Padahal bahan besi bisa meredam goncangan sehingga sepeda terasa lebih halus saat dikendarai. Besi baja juga lebih awet dan mudah diperbaiki.

Masalah utamanya, besi baja memiliki bobot yang tidak ringan (dengan kepadatan tiga kali lipat aluminium), sehingga walau bisa menyerap getaran, sepeda besi akan terasa lebih berat, apalagi di tanjakan.

Nah pilihan paling ideal barangkali memakai logam ajaib bernama titanium. Logam ini sifatnya kuat, ringan, dan nyaman dipakai. Masalahnya hanya satu: harganya sangat mahal. Tetapi bila uang bukan halangan bagi Anda, beberapa merk menyediakan frame titanium yang bisa Anda pilih untuk menjadi sepeda kesayangan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *