Dulu, mengenakan kaos katun dan celana pendek sekadarnya sudah cukup sebagai modal untuk berlari. Kini penampilan para pelari sangat berwarna. Beragam model baju lari bisa Anda temui dikenakan oleh pelari –ibarat suatu fashion runway.

Pilihan baju lari memang beragam. Untuk atasan, ada singlet, tank top, lengan pendek, atau lengan panjang. Untuk bawahan pria, ada pilihan mulai dari celana pendek dengan berbagai ukuran panjang, hingga celana ketat. Untuk wanita, semua pilihan itu ditambah skort.

Selain sepatu, baju lari memang merupakan perlengkapan wajib untuk pelari. Bila sepatu lari yang tepat menentukan kualitas gerakan dan performa , maka baju lari membantu meningkatkan performa tersebut. Berikut yang perlu Anda ketahui saat memilih baju lari seperti disadur Runnerid:

1. Utamakan fungsi

Semenarik apapun model suatu baju, fungsi dan kenyamanan harus menjadi prioritas. Begitu keduanya dipenuhi, Anda bisa bermain-main dengan gaya atau warna.

2. Hindari bahan katun

Bahan ini akan menyerap keringat sehingga membuat pakaian jadi lebih berat dan berpotensi menyebabkan lecet akibat gesekan bahan dengan kulit. Anda pun jadi tidak nyaman.

3. Pilih bahan yang bersifat teknis (technical fabric)

Sebaliknya pilih bahan yang bersifat teknis, seperti poliester dan nilon, yang dapat menguapkan kelembapan keluar dari tubuh dan cepat kering.

Bahan seperti ini membuat kulit tetap dapat bernapas (breathable) dan membuat Anda tetap adem selama berlari. Bila Anda kehujanan, kemampuannya yang cepat mengering akan mencegah Anda kedinginan.

Nilon bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan bahan lain untuk memberikan daya tahan yang lebih baik.

4. Pilih bahan yang ringan dan longgar

Tinggal di negara tropis artinya kemungkinan besar Anda akan sering lari dalam cuaca panas. Pilihlah pakaian, baik atasan maupun bawahan, yang ringan dan longgar.

Menurut active.com, baju lengan panjang yang ringan akan membuat lebih adem dibandingkan lengan pendek atau tank top karena model seperti ini lebih melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Sedangkan pakaian yang longgar memberikan lebih banyak sirkulasi.

5. Berbahan mesh

Beberapa pakaian punya panel mesh yang bisa mendinginkan. Umumnya ditempatkan di area-area strategis yang cenderung lebih cepat panas, seperti punggung, ketiak, atau samping tubuh.

6. Anti lecet

Ada pula pakaian yang berkonstruksi tanpa jahitan di area-area tertentu. Ini akan membantu menghilangkan kemungkinan lecet pada area tersebut.

7. Berwarna muda

Warna muda memantulkan sinar matahari. Warna gelap menyerap panas matahari dan membuat Anda lebih cepat overheat dibandingkan warna putih atau pastel.

8. Mengandung UPF

UPF (ultraviolet protection factor) pada pakaian adalah seperti SPF (sun protection factor) pada tabir surya. Pakaian dengan nilai UPF adalah pakaian yang dibuat dari bahan yang telah dinilai berdasarkan kadar perlindungannya terhadap paparan sinar matahari.

Misalnya, UPF 30 artinya bila ada 30 unit sinar ultraviolet memapar pakaian tersebut, maka hanya satu unit yang akan menembus kulit. Pakaian dengan UPF 30 yang memblok 29 dari 30 unit sinar ultraviolet artinya memblok 96,7 persen.

UPF 15-24 punya tingkat perlindungan baik dengan kemampuan memblok sinar ultraviolet 93,3-95,9 persen. UPF 25-39 nilainya sangat baik dengan tingkat kemampuan memblok 96-97,4 persen. Sedangkan UPF 40-50 nilainya sempurna dengan tingkat kemampuan memblok 97,5-98+ persen.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *