Liburan adalah saatnya berkumpul bersama keluarga, melakukan perayaan, dan banyak kegiatan menyenangkan lainnya. Karena itulah, liburan menjadi saat yang sulit untuk tetap –atau enggan?–mempertahankan rutinitas lari.

Taking off-season is good. Tetap rutin berlari –setidaknya untuk menjaga kebugaran agar tidak terlalu melorot bila saatnya kembali on-season– juga baik. Dikutip dari blog Brooks, berikut tips yang bisa kamu praktekkan agar tetap aktif selama liburan.

1. Rencanakan lebih awal

Pikirkan liburan seperti perjalanan bisnis. Misalnya, bila kamu sudah tahu bahwa jadwal acaramu pada hari Senin, Kamis, dan Jumat akan padat, maka gunakan hari Selasa, Rabu, dan Sabtu sebagai hari latihan. Jangan lupa, sisihkan juga hari untuk istirahat.

2. Mulai hari dengan latihan

Rumus ini tidak saja berlaku saat liburan. Memulai hari dengan olahraga seringkali dapat menjadi penyemangat agar kamu terus membuat pilihan-pilihan yang lebih baik sepanjang hari. Misalnya, menghindari terlalu banyak makan makanan manis di pesta atau mengatur jadwal latihan pada sisa hari dalam pekan tersebut.

3. Gunakan lari sebagai acara sosial

Bisa jadi liburan akhir tahun merupakan satu-satunya momen kamu berkumpul dengan saudara kandung atau sepupu. Bila memungkinkan, ajak mereka untuk lari santai (boleh juga jalan kaki) sambil mengeksplorasi kota tempat kamu liburan. Dengan begitu, aktvitas ini bisa membantu seluruh keluarga untuk aktif bergerak dan membakar kalori sambil saling tukar cerita.

4. Mencoba olahraga baru

Jangan terpaku pada satu jenis olahraga saja. Kalau situasi tidak memungkin untuk melakukan olahraga lari, cari aktivitas fisik lainnya. Misalnya, mencoba boot camp atau kelas bersepeda dalam ruangan.

5. Mendaftar race

Ada race di kota tempatmu berlibur? Kenapa tidak mengikutinya. Yang bersifat fun atau kompetitif sama bermanfaatnya. Kamu mungkin malah bisa menjadikan race 5K sebagai latihan tempomu.

6. Konsultasi dengan pelatih

Bila kamu punya race besar di awal tahun, seperti Tokya Marathon yang biasanya selalu diadakan pada bulan Februari, maka akhir tahun bisa jadi merupakan masa puncak latihan. Di sela-sela liburan, bukan tak mungkin latihan tetap dilakukan. Program latihan dibuat oleh pelatih agar latihan terarah tapi bukan berarti tidak bisa fleksibel. Berkonsultasilah dengannya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *