Mengikuti lomba lari marathon bisa jadi merupakan salah satu alasan rutin berlatih berlari. Dengan mengikuti lomba tentu Anda bisa mengukur sejauh mana hasil latihan selama ini.

Namun, buat pelari debutan dalam mengikuti lomba lari marathon tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Terlebih jika tidak memiliki teman atau kerabat yang bisa berbagai informasi dan langkah-langkah hingga peraturan yang perlu diketahui sudah pasti akan membuat bingung dan bukan tak mungkin melakukan kesalahan.

Agar segala sesuatunya berjalan mulus, berikut 6 hal yang perlu diperhatian pelari debutan saat mengikuti lomba marathon pertamanya seperti dilansir Runner.id:

1. Antri start sesuai pace

Etiket saat mengantri di garis start adalah semakin cepat pace seorang pelari, semakin ke depan posisi berdirinya saat start. Tak tahu tepatnya mesti berdiri di sebelah mana? Banyak lomba lari yang sudah memiliki pacer.

Para pacer ini terbagi menjadi beberapa grup berdasarkan pace atau perkiraan waktu finish. Misalnya, di race 10K ada grup pace 5:00 (perkiraan waktu finish 00: 50), grup pace 6:00 (perkiraan waktu finish 01:00), dan grup pace 7:00 (berarti perkiraan waktu finish 01:10).

Tempatkan diri di grup pace sesuai pace kamu masing-masing saat latihan. Lebih cepat dari pace 5:00? Berdiri lebih ke depan dari grup pace tersebut. Lebih lambat dari pace 7:00? Mengantrilah lebih ke belakang dari grup pace tersebut.

Bersiap di grup pace yang sesuai pace kamu berarti telah menunjukkan etiket yang baik dengan tidak menghalangi pelari lain yang lajunya lebih cepat.

2. Beri ruang untuk yang mau menyalip

Saat berlari, sisakan ruang untuk pelari lain yang lebih cepat. Bahkan bila kamu termasuk pelari cepat sekalipun, tetap sisakan ruang bagi mereka yang mau menyalip.

Meski lomba lari sifatnya kompetitif, jangan dengan sengaja menghalangi orang lain untuk meraih personal best-nya.

3. Sopan saat menyalip

Lari cepat, boleh. Angkuh, jangan. Kalau kamu pelari cepat dan mau menyalip peserta lain, jangan katakan “Minggir!” Sebaliknya, katakan “Permisi” sebagai bentuk kesopanan. Kita semua adalah bagian dari komunitas lari yang lebih besar. So be kind to each other.

4. Sapa petugas dan relawan race

Petugas dan relawan adalah orang-orang yang berkontribusi menyukseskan suatu race. Bila memungkinkan, sisihkan waktu untuk mengucapkan terima kasih (sambil berlari) kepada mereka. Tak sempat? Sekadar tos penyemangat juga oke kok.

5. Bantu pelari yang kesulitan

Kalau ada pelari yang terjatuh di depanmu, jangan malah melompatinya bak lari gawang dan terus melaju; berhenti dan bantu ia. Sifat lomba lari adalah kompetisi. Tapi, ini bukan berarti tidak berempati bila ada pelari yang mengalami masalah.

6/ Gunakan toilet

Ini terutama berlaku bagi pelari pria; Kebanyakan panitia lomba lari sudah menyediakan portable toilet, jadi gunakanlah.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *